PALU — Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menekankan bahwa Perumda harus menjadi motor penggerak investasi daerah, bukan sekadar perusahaan yang berjalan di tempat. Ia melantik jajaran Dewas dan Dirut baru dengan harapan perusahaan plat merah itu bisa naik kelas dan menjadi BUMD yang sehat serta produktif.
Sektor energi hijau dan hilirisasi industri menjadi fokus utama investasi Kota Palu pada 2026. Berdasarkan data KEK Palu, proyek di kawasan itu menargetkan investasi hingga Rp30 triliun.
Dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan gigafactory baterai kendaraan listrik dan fasilitas gas alam cair. Salah satu komitmen investasi senilai 20 juta dolar AS atau setara Rp342,8 miliar telah diterima dari PT Lingkar Nusantara Gas (LNG).
Proyek gas alam cair itu akan digarap melalui kerja sama antara PT Lingkar Nusantara Gas dengan PT Bangun Palu Sulawesi Tengah (BPST), selaku BUMD penggerak KEK setempat. Wali Kota meminta agar Perumda proaktif menggali peluang usaha serupa.
"Komunikasi dan kolaborasi bagian yang penting menjalankan suatu organisasi, termasuk proaktif menggali berbagi peluang usaha yang dapat dikembangkan melalui Perumda," ujar Hadianto dalam sambutannya di Palu, Senin.
Wali Kota mengingatkan bahwa Perumda adalah mitra pemerintah daerah dalam memperluas jaringan bisnis. Ia berharap perusahaan daerah itu bisa memperkuat ketahanan ekonomi lokal.
"Saya berharap Dewas dan Dirut yang baru memaknai amanah jabatan dengan penuh tanggung jawab, sehingga mampu membawa Perumda berkembang menjadi perusahaan daerah yang profesional dan berdaya saing," katanya.
Hadianto juga meminta tim ahli perusahaan daerah untuk tetap membantu pemerintah melakukan kajian terhadap berbagai potensi usaha yang bisa dijalankan. Proses tersebut harus melibatkan Dewas dan Dirut di setiap tahapannya.
"Semakin banyak peluang investasi masuk, maka sentimen positif ekonomi daerah semakin baik," kata dia. Ia optimistis, dengan kepemimpinan baru, Perumda bisa menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi Kota Palu ke depan.