PALU — Pertamina Patra Niaga memastikan penyaluran BBM di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng), tetap berjalan normal pascagempa berkekuatan M 5,4 yang melanda wilayah itu pada Minggu (12/7) malam. Sales Branch Manager Sulteng I Fuel Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Made Bilan, menegaskan gempa tidak berdampak pada operasional distribusi maupun fasilitas penyaluran.
"Seluruh sarana dan prasarana berada dalam kondisi aman, sehingga proses pengiriman BBM dari Fuel Terminal hingga penyaluran kepada masyarakat tetap berlangsung tanpa kendala," kata Made saat dihubungi di Palu, Selasa (14/7).
Pertamina memastikan pasokan dari Fuel Terminal ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) berjalan lancar. Dari SPBU, BBM langsung disalurkan ke masyarakat tanpa hambatan berarti.
"Di situasi seperti ini tentu masyarakat membutuhkan BBM yang cukup. Kami menjamin ketersediaan pasokan," ujar Made. Ia menambahkan, pihaknya terus memantau perkembangan di lapangan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buol, Moh Kachfi Mardjuni, merilis data sementara dampak gempa. Guncangan dangkal dengan kedalaman 10 kilometer yang berpusat di laut itu merusak setidaknya 75 rumah warga.
Sejumlah infrastruktur milik pemerintah setempat juga dilaporkan rusak. Di antaranya Kantor Mal Pelayanan Publik, sebagian ruang perawatan RSUD Buol, Kantor Inspektorat, serta satu tempat usaha rumah makan di kawasan Leok II.
BPBD Buol bersama pemerintah desa dan kecamatan terus melakukan asesmen lapangan melalui tim reaksi cepat (TRC). Data kerusakan disajikan sewaktu-waktu bisa berubah seiring perkembangan pendataan.
"Hingga kini situasi di Buol sudah kondusif," ucap Moh Kachfi Mardjuni.
Pertamina memastikan, jika terjadi lonjakan konsumsi BBM pascagempa, ketersediaan energi tetap terjamin. "Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan energi bahan bakar," tutup Made.