MOROWALI — Pemerintah Kabupaten Morowali resmi memulai program desa terpadu di tiga titik wilayah kepulauan. Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf menyebut langkah ini sebagai komitmen awal untuk membangun daerah secara lebih terarah dan terintegrasi.
“Seperti komitmen awal bagaimana membangun desa terpadu di tiga kecamatan. Salah satunya di Bungku Selatan, yaitu Desa Sainoa, kemudian di Kecamatan Sombori Kepulauan, Desa Masadian, dan di Kecamatan Menui Kepulauan, Desa Samarengga,” kata Bupati di Morowali, Senin lalu.
Bupati Iksan menekankan bahwa seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) wajib menyamakan data pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan. Menurutnya, langkah ini penting agar setiap program dan kunjungan kerja pemerintah bisa tepat sasaran.
“Artinya, teman-teman dinas terkait harus menyamakan data darat dan kepulauan, sehingga setiap kunjungan kerja maupun program pembangunan juga selalu terarah ke wilayah kepulauan,” ujar Bupati.
Selama ini, kesenjangan data kerap menjadi kendala dalam perencanaan pembangunan di daerah terpencil. Dengan penyelarasan data, Pemkab Morowali berharap alokasi anggaran dan program fisik bisa lebih merata.
Bupati Iksan menegaskan bahwa program desa terpadu tidak berhenti di tiga desa awal. Ketiga desa tersebut akan menjadi pusat pengembangan pertama, sementara desa-desa lain di wilayah kepulauan tetap menjadi prioritas sesuai kebutuhan daerah.
Pendekatan ini dipilih agar pembangunan bisa bertahap namun tetap menjangkau seluruh wilayah. Pemerintah daerah menargetkan pemerataan pelayanan publik, infrastruktur, dan pemberdayaan masyarakat antara daratan dan kepulauan.
Wilayah kepulauan di Morowali selama ini menghadapi tantangan geografis yang membuat akses layanan dasar dan pembangunan infrastruktur lebih lambat dibanding daratan. Program desa terpadu menjadi jawaban untuk mempercepat pengembangan di daerah tersebut.
Pemkab Morowali berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik, infrastruktur, serta pemberdayaan masyarakat di seluruh wilayah. Bupati berharap melalui program ini, kesenjangan antara masyarakat daratan dan kepulauan bisa terus dipersempit.