Warga Gandaria Utara Olah Sampah Makanan Jadi Kompos Lewat Gerobak Komling, Solusi Atasi Timbunan Limbah RT

Penulis: Mahfud Ridwan  •  Senin, 29 Juni 2026 | 19:52:31 WIB
Warga RT 11 Gandaria Utara mengelola sampah makanan menjadi kompos dengan gerobak Komling.

SULAWESI TENGAH — Inovasi pengelolaan sampah di tingkat rukun tetangga kembali menunjukkan hasil nyata. Warga RT 11, Kelurahan Gandaria Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, secara kolektif mengolah sampah sisa makanan menggunakan gerobak kompos keliling—atau yang mereka sebut Komling—menjadi pupuk organik.

Gerobak Komling: Dari Dapur ke Kebun

Gerobak Komling berfungsi sebagai tempat penampungan sementara sampah organik rumah tangga. Setiap hari, warga membuang sisa sayuran, kulit buah, dan nasi basi ke dalam gerobak yang telah disediakan di titik-titik strategis lingkungan RT.

Setelah terkumpul, sampah tersebut diolah menjadi kompos dalam waktu beberapa pekan. Pupuk kompos yang dihasilkan kemudian digunakan kembali oleh warga untuk memupuk tanaman di pekarangan rumah dan taman lingkungan.

Program ini tidak memerlukan biaya besar. Warga hanya perlu disiplin memilah sampah organik dari non-organik sebelum membuangnya ke gerobak Komling.

Mengurangi Beban TPA dan Biaya Angkut

Dengan sistem ini, volume sampah yang diangkut petugas kebersihan ke TPA Bantar Gebang berkurang signifikan. Kepala RT 11 menyebutkan, inisiatif ini mampu memangkas frekuensi pengangkutan sampah hingga setengahnya dalam sebulan.

Penghematan juga terjadi pada iuran kebersihan warga. Biaya angkut sampah yang sebelumnya membebani kas RT, kini bisa dialokasikan untuk kegiatan lain karena sampah organik sudah terkelola di dalam lingkungan.

Program serupa sebenarnya sudah digalakkan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta melalui bank sampah dan komposter individu. Namun, model gerobak Komling dinilai lebih praktis karena warga tidak perlu memiliki komposter sendiri.

Tantangan Konsistensi Pemilahan

Kendala utama yang dihadapi adalah konsistensi warga dalam memilah sampah. Jika sampah organik tercampur dengan plastik atau logam, proses pengomposan bisa terganggu.

Untuk mengatasi hal ini, pengurus RT rutin mengedukasi warga melalui grup WhatsApp dan pertemuan bulanan. Sosialisasi dilakukan secara door-to-door bagi warga baru.

Keberhasilan RT 11 Gandaria Utara ini diharapkan bisa direplikasi oleh lingkungan lain di Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendorong pengelolaan sampah berbasis komunitas sebagai bagian dari target pengurangan 30 persen sampah ke TPA pada 2030.

Reporter: Mahfud Ridwan
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top