SULAWESI TENGAH — Stasiun penukaran baterai ala China akan segera hadir di Eropa. Octopus Energy, perusahaan energi terbesar di Inggris, menggandeng CATL, produsen baterai kendaraan listrik nomor satu dunia, untuk mewujudkannya.
Keduanya mengumumkan akan membangun jaringan stasiun penukaran baterai yang difokuskan untuk truk listrik. Targetnya, setiap hub bisa melayani ribuan truk per hari dan mengganti baterai kosong dengan yang terisi penuh hanya dalam beberapa menit.
Klaimnya, proses ini bahkan bisa lebih cepat daripada mengisi tangki solar. "Sistem ini jelas jauh lebih murah," tulis laporan yang dikutip dari bahan artikel. Namun, konsep tukar baterai sebenarnya bukan barang baru.
Di Asia, sistem ini sudah berjalan. Di China, CATL bermitra dengan perusahaan minyak Sinopec pada 2025 untuk membangun jaringan serupa. Nio, pabrikan mobil listrik, dan Gogoro, perusahaan skuter Taiwan, juga sudah mengoperasikan stasiun tukar baterai untuk konsumen umum.
Tesla sempat mencoba ide ini satu dekade lalu, tapi akhirnya menghentikannya. Masalah utamanya: harga baterai mahal dan kompleksitas teknis. Tapi untuk truk, hitungannya berbeda.
Sektor kendaraan berat seperti truk dan kapal memang paling sulit dielektrifikasi. Baterai besar menambah bobot kendaraan, yang berarti butuh lebih banyak energi untuk bergerak — seperti efek roket: muatan berat butuh lebih banyak bahan bakar. Inilah kenapa sektor ini sering disebut lebih cocok untuk sel bahan bakar hidrogen.
Tapi, jika truk menggunakan baterai berukuran lebih kecil dan pengemudi yakin bisa menukarnya di setiap perjalanan, persoalan bobot mulai teratasi. Stasiun tukar baterai memungkinkan truk tetap jalan tanpa harus menunggu pengisian lama.
William Rowe, CEO usaha patungan Octopus dan CATL yang diberi nama Swaptopus, mengatakan stasiun-stasiun ini bisa mengisi baterai "saat jaringan listrik membutuhkannya." Dalam praktiknya, tumpukan baterai yang menganggur di setiap hub bisa berfungsi sebagai pembangkit listrik kecil.
Namun, skema ini berpotensi menimbulkan kekhawatiran dari perusahaan logistik yang menyewa baterai. Mereka mungkin keberatan jika siklus pakai baterai truk mereka dipakai untuk menopang jaringan listrik Octopus.
Swaptopus menargetkan "mega hub" pertama di Inggris akan dibuka pada 2027. Pertanyaan selanjutnya: seberapa banyak perusahaan truk besar yang akan bergabung?
Keputusan pembelian di sektor ini biasanya memakan waktu lama dan sangat bergantung pada jaminan infrastruktur. Tapi dengan bobot nama Octopus dan CATL, bukan tidak mungkin banyak pemain besar bakal ikut serta.