SULAWESI TENGAH — Sebanyak 1.135,3 kilogram jagung pipil asal Desa Lubuk Ramo, Kecamatan Kuantan Mudik, resmi masuk ke Gudang Bulog Palas di Kecamatan Rumbai, Pekanbaru. Proses pengiriman menggunakan mobil Isuzu Traga bernomor polisi BM 8492 KF yang dikemudikan oleh Ison.
Sebelum diterima, tim Bulog melakukan pengecekan kualitas. Hasilnya, kadar air jagung tercatat 10,3 persen—jauh di bawah batas maksimal yang ditetapkan—sehingga dinyatakan memenuhi syarat (MS) sebagai stok pangan pemerintah. Jagung pun langsung masuk gudang untuk memperkuat cadangan pangan nasional.
Sepanjang perjalanan dari Kuantan Mudik ke Pekanbaru, distribusi jagung mendapat pengawalan ketat dari BRIGADIR Debi Purwanto, Bhabinkamtibmas Polsek Kuantan Mudik. Pengawalan ini untuk memastikan kiriman tiba dengan selamat, tertib, dan tanpa hambatan.
Kapolres Kuantan Singingi, AKBP Hidayat Perdana, menegaskan bahwa Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga aktif mengawal program strategis pemerintah, termasuk ketahanan pangan.
"Polres Kuantan Singingi melalui jajaran Polsek terus berkomitmen mendukung program swasembada pangan dengan mengawal setiap tahapan, mulai dari penanaman, panen hingga pendistribusian hasil panen ke Bulog. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan kepastian pemasaran bagi petani serta memperkuat cadangan pangan nasional," ujar Kapolres.
Bagi petani jagung di Desa Lubuk Ramo, terserapnya hasil panen oleh Bulog menjadi angin segar. Mereka tidak perlu khawatir soal harga jatuh atau hasil panen membusuk karena tidak ada pembeli. Dengan skema ini, petani mendapat kepastian pemasaran, sementara pemerintah memperkuat cadangan pangan di gudang strategis.
Kapolres juga memberikan apresiasi kepada petani, pemerintah desa, dan semua pihak yang terlibat dalam meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Kuantan Singingi. Menurutnya, kolaborasi antara masyarakat dan aparat menjadi kunci keberhasilan mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Ke depan, Polsek Kuantan Mudik berharap pola distribusi serupa bisa terus berjalan. Setiap panen raya, jagung petani langsung diantar ke Bulog, bukan hanya mengamankan pasokan pangan nasional, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga desa.