BRI Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha Mikro Lewat Holding UMi

Penulis: Oki Setiawan  •  Kamis, 07 Mei 2026 | 14:50:06 WIB
BRI melalui Holding UMi melayani lebih dari 33,7 juta pelaku usaha mikro hingga Maret 2026.

PT Bank Rakyat Indonesia melayani lebih dari 33,7 juta nasabah pinjaman melalui Holding Ultra Mikro (UMi) yang mengintegrasikan BRI, Pegadaian, dan Permodalan Nasional Madani hingga akhir Maret 2026. Langkah strategis ini tidak hanya memperluas akses pembiayaan, tetapi juga menciptakan ekosistem keuangan terstruktur bagi usaha ultra mikro dan mikro di berbagai daerah Indonesia.

Sejak resmi terbentuk pada 13 September 2021, Holding UMi terus membuktikan perannya sebagai solusi terintegrasi untuk menjawab kebutuhan pembiayaan masyarakat bawah. Dalam hampir lima tahun beroperasi, holding yang terdiri dari tiga pilar — BRI sebagai induk, Pegadaian, dan Permodalan Nasional Madani — telah mengubah cara BUMN terbesar Indonesia menjangkau segmen ekonomi rakyat.

Dari Pinjaman hingga Simpanan: Skala Bisnis yang Terintegrasi

Data terbaru menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan UMi sangat tinggi. Selain melayani 33,7 juta debitur pinjaman, holding ini juga mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro dalam ekosistemnya. Artinya, rata-rata masyarakat tidak hanya meminjam untuk mengembangkan usaha, tetapi juga aktif menabung — sinyal bahwa literasi keuangan mulai tertanam.

Akhmad Purwakajaya, Direktur Micro BRI, menekankan bahwa kesuksesan UMi tercermin dalam transformasi nyata. "Holding UMi telah berkembang menjadi ekosistem yang tidak hanya memperluas akses pembiayaan, tetapi juga meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat literasi keuangan dan investasi, serta menciptakan jalur kenaikan kelas yang lebih terstruktur dan terukur bagi pelaku usaha," ujarnya.

1,2 Juta Pelaku Usaha Naik Kelas dalam Tiga Bulan

Dampak nyata dari program pendampingan UMi terlihat dari angka graduasi (kenaikan kelas) debitur. Sepanjang Triwulan I 2026 saja, sebanyak 1,2 juta pelaku usaha berhasil naik tingkat — meninggalkan status ultra mikro menuju skala usaha yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Fenomena ini menandakan efektivitas program inkubasi yang diterapkan holding dalam mendampingi mitra bisnisnya.

Perlindungan finansial juga menjadi prioritas. Dalam periode yang sama (Januari–Maret 2026), jumlah pemegang polis asuransi mikro bertambah 7,9 juta — menunjukkan kesadaran pelaku usaha akan pentingnya proteksi risiko bisnis. "Penguatan ekosistem UMi tidak hanya soal akses pembiayaan, tetapi membangun ketahanan finansial masyarakat secara menyeluruh," jelaskan Akhmad.

Inovasi Digital dan Investasi Emas Memperluas Jangkauan

Holding UMi juga menghadirkan inovasi digital untuk modernisasi layanan. Aplikasi Tring dari Pegadaian memudahkan masyarakat mengelola investasi emas secara praktis tanpa harus datang ke outlet fisik. Strategi ini sejalan dengan meningkatnya minat nasabah terhadap instrumen investasi berbasis emas.

Buktinya, total tabungan emas dan deposito emas dalam ekosistem UMi BRI Group mencapai 22 ton hingga akhir Maret 2026 — rekor baru yang mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap emas sebagai aset jangka panjang. Kombinasi layanan tradisional dan digital ini membuat akses keuangan semakin inklusif.

Sentra Layanan Terpadu di 1.035 Lokasi

Untuk mendekatkan layanan, UMi mengembangkan Sentra Layanan Ultra Mikro (SenyuM) Co-Location — outlet bersama yang dapat dimanfaatkan nasabah BRI, PNM, dan Pegadaian secara terintegrasi. Hingga Maret 2026, sudah 1.035 titik layanan beroperasi tersebar di berbagai daerah, menjadi pusat akses keuangan satu atap bagi masyarakat lokal.

Dengan capaian ini, Holding UMi membuktikan bahwa BUMN dapat menjadi instrumen pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang nyata — bukan hanya slogan kebijakan.

Reporter: Oki Setiawan
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top