PALU — Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tengah, Zullikar Tanjung, resmi mengambil sumpah jabatan dua pejabat baru di lingkungan Kejati Sulteng. Prosesi yang berlangsung khidmat ini digelar di Aula Abdul Azis Lamadjido, Lantai 6 Kantor Kejati Sulteng.
Zullikar menegaskan bahwa perombakan struktur ini bukan sekadar rutinitas organisasi. Menurutnya, rotasi jabatan merupakan strategi untuk menjawab tantangan penegakan hukum yang kian dinamis, terutama dalam mendukung stabilitas ekonomi di daerah.
“Dinamika bangsa saat ini menuntut aparat penegak hukum tidak hanya mengedepankan kepastian hukum, tetapi juga kemanfaatan. Penegakan hukum harus ikut mendukung kebangkitan ekonomi nasional,” ujar Zullikar dalam sambutannya.
Kepada Dian Herdiman yang baru dilantik sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Parigi Moutong, Kajati memberikan instruksi spesifik. Ia meminta adanya pengendalian kebijakan penegakan hukum yang seimbang antara pendekatan preventif dan represif.
Zullikar menyoroti pentingnya efektivitas penanganan perkara pidana, mulai dari tahap penyelidikan hingga proses eksekusi. Fokus utama yang ditekankan adalah penyelamatan keuangan negara melalui penelusuran aset.
“Optimalkan penanganan perkara pidana. Perkuat koordinasi dengan instansi terkait, serta tingkatkan upaya penelusuran, perampasan, dan pengembalian aset negara di wilayah hukum Anda,” pesan Zullikar tegas.
Selain posisi Kajari, jabatan Asisten Pembinaan (Asbin) Kejati Sulteng kini resmi diemban oleh Benny Siswanto. Benny memegang tanggung jawab besar dalam mengelola manajemen internal, mulai dari perencanaan sarana prasarana hingga pengelolaan kepegawaian dan keuangan.
Kajati menitipkan fokus pada pengembangan teknologi informasi dan pengelolaan data statistik kriminal. Hal ini dianggap krusial untuk mendukung kelancaran tugas seluruh satuan kerja di bawah payung Kejati Sulteng.
Evaluasi reformasi birokrasi juga menjadi poin utama yang harus segera dikerjakan oleh Asbin baru. Langkah ini bertujuan untuk memastikan pelayanan publik di institusi kejaksaan tetap prima dan transparan.
Berdasarkan hasil evaluasi profesionalitas dan integritas, berikut adalah rincian pejabat yang menempati posisi baru:
Zullikar mengingatkan bahwa sumpah jabatan yang diucapkan di lantai 6 gedung Kejati tersebut adalah komitmen serius kepada Tuhan dan negara. Integritas pejabat yang baru dilantik akan terus dipantau melalui kinerja nyata di lapangan.
Pengisian jabatan ini diharapkan mampu membawa penyegaran bagi institusi, sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai tunggakan kasus hukum di wilayah Sulawesi Tengah.