Apple mengonfirmasi pengunduran diri Tim Cook dari kursi CEO dan menunjuk John Ternus sebagai suksesor untuk memimpin raksasa teknologi tersebut. Kepemimpinan Cook selama 13 tahun telah mengubah Apple menjadi perusahaan bernilai US$4 triliun melalui peluncuran produk ikonik yang kini mendominasi pasar gadget di Indonesia.
Era kepemimpinan Tim Cook di Apple segera berakhir. Setelah menahkodai perusahaan sejak 2011, Cook yang kini berusia 65 tahun bersiap menyerahkan tongkat estafet kepada John Ternus. Cook memikul beban berat saat menggantikan mendiang Steve Jobs, namun ia berhasil membuktikan tajinya dengan membawa Apple mencapai valuasi fantastis sebesar US$4 triliun atau sekitar Rp64.000 triliun.
Meskipun Steve Jobs meletakkan fondasi melalui iPhone dan Mac, Cook adalah sosok yang memperluas ekosistem Apple hingga menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup modern. Ia menyempurnakan portofolio perangkat keras Apple dengan produk-produk yang awalnya diragukan, namun berakhir menjadi standar baru di industri teknologi global.
Diluncurkan pada 2016, AirPods awalnya menuai badai kritik. Banyak pengguna meragukan desainnya yang dianggap aneh, harganya yang tinggi, hingga kekhawatiran perangkat ini mudah hilang. Bersamaan dengan itu, Apple membuat keputusan kontroversial dengan menghapus lubang headphone jack 3,5mm pada iPhone 7.
Kini, AirPods telah menjadi mesin uang bernilai miliaran dolar bagi Apple. Di kota-kota besar Indonesia, pemandangan orang menggunakan AirPods di transportasi umum atau pusat perbelanjaan sudah menjadi hal lumrah. Teknologi noise cancellation dan kemudahan koneksi dalam ekosistem Apple menjadikannya standar emas bagi perangkat TWS (True Wireless Stereo) hingga saat ini.
Apple Watch diperkenalkan pada 2014 dan resmi dipasarkan setahun kemudian. Meski bukan jam tangan pintar pertama di pasar, Apple berhasil mengintegrasikan perangkat ini secara mendalam ke dalam ekosistem mereka. Fokus pada fitur kesehatan menjadi kunci sukses utama perangkat ini di pasar global maupun lokal.
Apple terus memberikan pembaruan fitur kesehatan yang signifikan, bahkan untuk model lama. Beberapa fitur unggulan yang menjadi daya tarik bagi pengguna di Indonesia antara lain:
Tahun 2020 menjadi titik balik bagi lini komputer Mac. Di bawah arahan Cook, Apple meninggalkan prosesor Intel dan memperkenalkan chip buatan sendiri, M1. Langkah ini mengubah MacBook Air yang dulunya dianggap hanya sebagai laptop tipis untuk mengetik, menjadi mesin bertenaga yang mampu menangani pengeditan video berat.
Penggunaan arsitektur ARM pada Apple Silicon memberikan efisiensi daya yang luar biasa tanpa mengorbankan performa. Bagi pengguna di Indonesia, terutama kalangan kreatif dan mahasiswa, MacBook dengan chip seri M menjadi primadona karena daya tahan baterainya yang sanggup bertahan seharian tanpa perlu mencari colokan listrik.
Selain perangkat keras, Cook mentransformasi Apple menjadi perusahaan jasa. Pertumbuhan layanan seperti iCloud, Apple Music, dan App Store memberikan pendapatan berulang yang masif. Di sisi lain, Apple Vision Pro yang dirilis awal 2024 menjadi produk ambisius terakhir di era Cook, memperkenalkan konsep spatial computing kepada dunia.
Transisi kepemimpinan ke John Ternus diprediksi tidak akan mengubah kebijakan Apple secara drastis dalam waktu dekat. Bagi konsumen di Indonesia, warisan Tim Cook telah membentuk cara kita berinteraksi dengan teknologi, mulai dari tren penggunaan earphone nirkabel hingga ketergantungan pada ekosistem layanan digital.
John Ternus, yang sebelumnya menjabat sebagai Senior Vice President of Hardware Engineering, diharapkan mampu mempertahankan konsistensi kualitas produk Apple. Tantangan terbesarnya adalah menjaga momentum inovasi yang telah dibangun Cook selama hampir dua dekade terakhir di tengah persaingan ketat dari produsen teknologi Asia.