Palu - Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido menegaskan komitmen pemerintah provinsi terhadap pengembangan sektor pertanian melalui Program Berani Makmur. Langkah strategis ini disampaikan pada Rapat Koordinasi Pembangunan Tanaman Pangan dan Hortikultura seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah yang digelar Jumat lalu di Palu.
Program Berani Makmur dirancang dengan lima pilar pengembangan yang komprehensif. Pertama, mendorong panen raya melalui strategi intensifikasi dan ekstensifikasi. Kedua, pemberdayaan petani prasejahtera sekaligus penanganan stunting di tingkat komunitas.
Tiga fokus tambahan meliputi penguatan petani milenial agar lebih terlibat dalam modernisasi pertanian, peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian, serta optimalisasi Brigade Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan). Kombinasi strategi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani secara menyeluruh.
Wagub menekankan pentingnya sinergi kuat antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Kolaborasi ini harus didasarkan pada penyediaan data yang valid terkait potensi tanaman pangan dan hortikultura di masing-masing wilayah.
Menurut Lamadjido, data yang akurat menjadi fondasi dalam menentukan kebijakan dan penyaluran bantuan agar tepat sasaran. Dia mengajak setiap daerah untuk segera melaporkan potensi lokal yang dimilikinya agar dapat didukung secara maksimal oleh pemerintah provinsi.
Wagub menyebut komoditas durian Sulawesi Tengah sebagai "emas berduri" karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan telah menembus pasar global. Pencapaian ini membuktikan potensi unggulan daerah yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
Data ekspor menunjukkan pada pertengahan April 2026, Sulawesi Tengah berhasil mengekspor 459 ton durian beku dengan nilai mencapai Rp42,5 miliar ke Tiongkok. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa produk pertanian Sulteng mampu bersaing di tingkat internasional.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah meluncurkan dua inovasi signifikan. Pertama, aplikasi SI-GILING (Sistem Informasi Gilingan Padi Terintegrasi) yang menyediakan data penggilingan padi, harga gabah dan beras, serta informasi pertanian secara terintegrasi dan real time.
Inovasi kedua adalah Wisma Tani sebagai bagian dari pengembangan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulteng. Aplikasi SI-GILING diharapkan membantu petani, pelaku usaha, dan pemerintah daerah dalam mengambil keputusan dengan dukungan data akurat, sehingga mempercepat transformasi digital di sektor pertanian.
Dengan sinergi antardaerah yang berorientasi pada data valid, Sulawesi Tengah optimistis dapat menggali lebih banyak potensi unggulan lainnya untuk dikembangkan dan bersaing di pasar global.