PALU – Data Badan Pusat Statistik menunjukkan akselerasi ekonomi Sulawesi Tengah sepanjang 2025, dengan pertumbuhan mencapai 8,47 persen, hanya berada di bawah Maluku Utara, sekaligus mencerminkan efektivitas penguatan sektor industri pengolahan dan ekspor daerah.
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Sulawesi Tengah menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Indonesia sepanjang 2025. Capaian ini hanya berada di bawah Maluku Utara yang menempati posisi puncak nasional.
BPS mencatat ekonomi Sulawesi Tengah tumbuh sebesar 8,47 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penguatan kinerja semakin terasa pada akhir tahun, terutama pada triwulan IV-2025, ketika ekonomi daerah tumbuh 9,43 persen secara tahunan dan 4,29 persen secara kuartalan.
Sektor industri pengolahan kembali berperan sebagai penggerak utama. Sepanjang 2025, sektor ini tumbuh 14,12 persen dan menjadi kontributor terbesar dalam struktur ekonomi daerah. Industri pengolahan menyumbang 41,24 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Kontribusi terbesar berikutnya berasal dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 16,36 persen, disusul sektor pertambangan dan penggalian dengan porsi 15,22 persen.
Dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa mencatat pertumbuhan tertinggi, mencapai 10,61 persen. Nilai ekspor bahkan melampaui total pengeluaran domestik, menunjukkan kuatnya orientasi ekonomi Sulawesi Tengah pada perdagangan antardaerah dan internasional.
Pada 2025, nilai PDRB Sulawesi Tengah atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp415,48 triliun, dengan PDRB per kapita mencapai Rp131,64 juta per tahun.
Di tengah pertumbuhan ekonomi nasional yang masih berada pada level moderat, Sulawesi Tengah tampil menonjol di kawasan timur Indonesia, melampaui Kepulauan Riau dan mayoritas provinsi lainnya.