Pemerintah Kabupaten Sigi mewajibkan setiap ibu hamil menjalani pemeriksaan kehamilan minimal enam kali, dengan dua kali di antaranya menggunakan USG oleh dokter. Kewajiban itu bagian dari Gerakan Bumil Sehat yang disosialisasikan Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae di Marawola. Pemerintah daerah menargetkan penurunan angka kematian ibu dan anak sekaligus menekan potensi tengkes sejak masa kandungan.
SIGI — Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae mengajak seluruh ibu hamil di Kabupaten Sigi memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan untuk pemeriksaan kehamilan berkala. Layanan USG gratis oleh dokter menjadi bagian dari paket pemeriksaan yang disiapkan pemerintah daerah. Sosialisasi program berlangsung di Marawola.
Rizal menyebut Gerakan Bumil Sehat dirancang agar setiap ibu hamil memperoleh pelayanan kehamilan berkualitas. Standar minimalnya enam kali pemeriksaan selama masa kehamilan. Dua dari enam pemeriksaan itu wajib menggunakan USG oleh dokter.
Apa Isi Kewajiban Pemeriksaan Kehamilan Enam Kali?
Pemeriksaan berkala berfungsi mendeteksi potensi risiko dan komplikasi kehamilan sejak dini. Tenaga medis bisa menindaklanjuti temuan awal sebelum kondisi memburuk. Rizal ingin memastikan tidak ada lagi penanganan medis yang terlambat akibat minimnya deteksi di fasilitas kesehatan dasar.
Selain pemeriksaan dan USG, pemerintah daerah mewajibkan setiap faskes dan puskesmas memastikan ibu hamil mengikuti kelas ibu hamil. Ibu hamil juga diminta mengonsumsi tablet tambah darah secara teratur. Pemantauan kecukupan gizi dan persalinan langsung di fasilitas pelayanan kesehatan resmi masuk dalam kewajiban yang sama.
"Kita harus melakukan pencegahan sejak awal melalui deteksi dini, edukasi, pendampingan, serta memastikan pelayanan kesehatan sesuai standar," kata Rizal.
Kasus Tengkes di Sigi Turun 21,45 Persen
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi mencatat kasus tengkes pada 2025 turun 21,45 persen. Angka prevalensi bergerak dari 33 persen menjadi 11,55 persen. Penurunan itu menjadi dasar Pemkab Sigi memperkuat standar pelayanan ibu hamil.
Rizal menargetkan penguatan layanan ini berdampak pada penurunan angka kematian ibu dan anak. Pencegahan tengkes sejak masa kandungan menjadi sasaran lain yang ingin dicapai. "Harapannya dengan penguatan standar pelayanan ini, Pemkab Sigi menargetkan penurunan angka kematian ibu dan anak sekaligus menekan potensi tengkes sejak masa kandungan," ujarnya.
Peran Puskesmas dan Faskes Dasar
Puskesmas dan fasilitas kesehatan dasar memegang peran utama dalam memastikan ibu hamil mengikuti seluruh tahapan layanan. Pendampingan sejak awal kehamilan menjadi kunci deteksi dini. Pemerintah daerah menempatkan edukasi dan pemantauan gizi sebagai bagian tak terpisahkan dari pelayanan.
Ibu hamil di Kabupaten Sigi dapat mengakses layanan USG gratis di faskes resmi yang ditunjuk. Pemerintah daerah meminta warga tidak menunda pemeriksaan kehamilan. Persalinan di fasilitas kesehatan resmi menjadi standar yang ingin dipastikan berjalan di seluruh wilayah.