Pencarian

Bupati Morowali Minta Kawasan Industri Tak Cuma Urus Sampah, Kolaborasi Lintas Sektor untuk Iklim

Kamis, 11 Juni 2026 • 15:32:01 WIB
Bupati Morowali Minta Kawasan Industri Tak Cuma Urus Sampah, Kolaborasi Lintas Sektor untuk Iklim
Bupati Morowali menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga iklim dan lingkungan.

MOROWALI — Pemerintah Kabupaten Morowali mengingatkan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus diikuti dengan aksi konkret, bukan sekadar acara seremonial. Bupati Iksan Baharudin Abdul Rauf secara khusus menyoroti peran kawasan industri di wilayah yang dikenal sebagai pusat nikel nasional itu.

Fokus Bukan Hanya Sampah, Tapi Iklim Jangka Panjang

“Jangan hanya melihat sampahnya sudah habis. Hari Lingkungan Hidup Sedunia mengingatkan kita bahwa saatnya bekerja untuk iklim demi generasi mendatang,” ujar Iksan di Morowali, Kamis (11/6/2026).

Pernyataan itu menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan di Morowali tidak bisa lagi parsial. Menurut Iksan, persoalan debu, limbah, dan alih fungsi lahan yang kerap menyertai aktivitas tambang dan smelter harus diatasi secara sistemik.

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci

Bupati menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat. “Apa yang kita kerjakan hari ini adalah untuk generasi masa depan. Kita harus memperhatikan iklim sekaligus menjaga lingkungan kita,” katanya.

Ia berharap semangat peringatan ini terus diwujudkan dalam tindakan berkelanjutan. Kebersihan dan kelestarian alam di Morowali, lanjut dia, harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas dinas terkait.

Apa Tema Global Hari Lingkungan Hidup 2026?

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini mengusung tema global yang berfokus pada pemulihan lahan, pengendalian penggurunan, dan penguatan ketahanan terhadap kekeringan. Tema tersebut relevan dengan kondisi Morowali yang mengalami tekanan lingkungan akibat industrialisasi.

Sebagai informasi, Morowali merupakan salah satu pusat industri nikel terbesar di Sulawesi Tengah. Keberadaan tambang dan smelter di wilayah tersebut kerap dihadapkan pada tantangan lingkungan, mulai dari debu, limbah, hingga alih fungsi lahan.

Bagikan
Sumber: bedahnusantaraindonesia.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks