PALU — Sebanyak 900 rompi identitas mulai dibagikan Pemerintah Kota Palu kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Baruga Street Food dan sekitarnya. Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan Bank BTN untuk mempercepat transformasi digital sektor usaha mikro.
Rompi Bukan Sekadar Atribut, Ada QR Code di Dalamnya
Sekretaris Daerah Kota Palu Irmayanti Pettalolo mengatakan rompi yang diberikan bukan sekadar atribut kerja. Setiap rompi telah dilengkapi barcode atau QR code yang terintegrasi dengan data pelaku usaha.
"Masyarakat dapat mengetahui informasi pelaku usaha melalui barcode yang tersedia, sekaligus memanfaatkan sistem pembayaran digital yang telah disiapkan," ujarnya di Palu, Selasa.
Mengapa Pemkot Palu Membagikan Rompi Identitas?
Menurut Irmayanti, rompi ini menjadi identitas resmi yang membedakan pelaku UMKM binaan dengan pedagang lain. Dengan atribut tersebut, masyarakat lebih mudah mengenali usaha yang telah terdata dan menjadi bagian dari ekosistem yang dibina pemerintah.
"Dengan adanya rompi ini, masyarakat akan lebih mudah mengenali pelaku UMKM yang telah terdata dan menjadi bagian dari ekosistem usaha yang dibina," katanya.
Program ini juga diharapkan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelaku usaha. Transaksi digital melalui QR code dinilai lebih aman dan praktis bagi konsumen maupun pedagang.
Target Digitalisasi: 3.000 UMKM di Kota Palu
Irmayanti mengungkapkan jumlah pelaku UMKM di Kota Palu saat ini mencapai sekitar 3.000 usaha yang tersebar di berbagai wilayah. Pada tahap awal, 900 rompi identitas akan didistribusikan, sisanya menyusul secara bertahap.
Ia menambahkan program ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kapasitas UMKM agar lebih kompetitif. Pelaku usaha diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan pola transaksi masyarakat yang semakin digital.
Dampak ke Ekonomi Daerah
"Semakin banyak transaksi digital yang dilakukan, maka semakin besar pula dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan pendapatan asli daerah," kata Irmayanti.
Pemerintah Kota Palu berharap kolaborasi ini membuat pelaku UMKM semakin profesional dalam menjalankan usaha. Identitas yang jelas dan pemanfaatan teknologi digital diyakini bisa memperluas peluang usaha serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.