Pencarian

Pemprov Sulteng Gelontorkan Rp604,8 Miliar untuk 24 Paket Jalan dan Jembatan, Targetkan Ruas Vital Palu-Kulawi

Minggu, 07 Juni 2026 • 23:31:31 WIB
Pemprov Sulteng Gelontorkan Rp604,8 Miliar untuk 24 Paket Jalan dan Jembatan, Targetkan Ruas Vital Palu-Kulawi
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid meresmikan groundbreaking proyek pembangunan jalan dan jembatan di Kabupaten Sigi.

SIGI — Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid meresmikan groundbreaking proyek di Desa Kota Pulu, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Minggu (7/6/2026). Anggaran sebesar Rp604,8 miliar akan dialokasikan untuk mengerjakan ruas jalan provinsi, jalan desa, pembukaan akses baru, serta pembangunan dan penggantian jembatan di berbagai wilayah.

Daftar Ruas Jalan yang Masuk Prioritas Program Berani Lancar

Sejumlah ruas strategis yang selama ini menjadi tulang punggung mobilitas warga masuk dalam daftar prioritas. Di Kabupaten Sigi, ruas Palu–Kulawi menjadi perhatian utama karena merupakan jalur distribusi hasil produksi dan aktivitas harian masyarakat. Sementara di Tolitoli, proyek menyasar ruas Simpang Lampasio–Muliasari.

Di Morowali Utara, pembangunan akan dilakukan di ruas Pape–Tomata dan Beteleme–Nuha. Kabupaten Poso mendapat alokasi untuk ruas Tonusu–Meko dan Meko–Pendolo. Proyek juga menjangkau kabupaten lain seperti Banggai, Banggai Kepulauan, Banggai Laut, Buol, Parigi Moutong, Morowali, Tojo Una-Una, dan Donggala.

Efisiensi Anggaran di Tengah APBD yang Menyusut

Anwar Hafid mengungkapkan, proyek ini digulirkan di tengah kondisi fiskal yang menantang. APBD Provinsi Sulawesi Tengah yang sebelumnya sekitar Rp5,7 triliun kini turun menjadi Rp4,3 triliun. Meski demikian, pemerintah provinsi memilih memangkas pengeluaran operasional ketimbang menghentikan pembangunan infrastruktur.

“Kami kurangi perjalanan dinas, kami kurangi berbagai pengeluaran operasional. Tapi pembangunan untuk rakyat tidak boleh berhenti. Jalan harus tetap dibangun, masyarakat harus tetap dilayani,” ujar Anwar Hafid dalam sambutannya.

Bukan Soal Popularitas, Kata Gubernur

Gubernur menegaskan bahwa program ini bukan bagian dari pencitraan politik. Menurutnya, pembangunan infrastruktur adalah bentuk tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat yang telah memberikan amanah.

“Ini bukan soal popularitas, bukan mencari simpati, dan bukan untuk dipuji. Ini adalah bentuk pertanggungjawaban pemerintah kepada rakyat. Uang rakyat harus kembali kepada rakyat dalam bentuk pembangunan yang nyata,” tegas Anwar Hafid.

Ia juga menekankan komitmennya untuk menyelesaikan ruas jalan provinsi yang rusak sebelum masa jabatannya berakhir. “Saya tidak mau di akhir masa jabatan nanti masih ada jalan provinsi yang berlubang dan tidak layak digunakan masyarakat,” katanya.

Dukungan DPRD dan Kepala Daerah Jadi Kunci

Anwar Hafid memberikan apresiasi kepada DPRD Provinsi Sulawesi Tengah yang menyetujui program ini di tengah keterbatasan fiskal. Ia juga memuji Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae yang konsisten mengawal pembangunan ruas Palu–Kulawi karena memahami kebutuhan warga akan akses jalan yang lebih baik.

Keberadaan infrastruktur yang memadai diharapkan mempercepat distribusi barang, memperlancar akses ke fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta meningkatkan daya saing ekonomi daerah. Program Berani Lancar sendiri mencakup pembangunan jalan desa dan pembukaan akses baru antarkawasan yang selama ini terisolasi.

Bagikan
Sumber: infopena.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks