SIGI — Pemerintah Kabupaten Sigi tidak hanya menyiapkan lantunan ayat suci untuk MTQ ke XXXI tingkat Provinsi Sulawesi Tengah. Ajang yang berlangsung pada 7 hingga 13 Juni 2026 mendatang itu juga dirancang sebagai panggung promosi produk lokal, mulai dari kain tenun, Batik Valiri, hingga aneka kerajinan rotan dan olahan kelapa.
Pameran Dekranasda sebagai Pilar Ekonomi MTQ
Ketua panitia Pameran Dekranasda MTQ ke XXXI, Miar Permana, menyebut pameran ini menjadi salah satu dari lima pilar sukses penyelenggaraan MTQ. "Jadi tujuan pameran ini untuk menyukseskan salah satu pilar dari lima sukses MTQ ke XXXI yaitu sukses pemberdayaan ekonomi masyarakat," kata Miar di Desa Lolu, Sabtu malam.
Sebanyak 11 Dekranasda kabupaten/kota di Sulawesi Tengah turut berpartisipasi. Mereka berasal dari Kota Palu, Sigi, Parigi Moutong, Poso, Tojo Unauna, Tolitoli, Buol, Banggai, Banggai Kepulauan, Banggai Laut, dan Morowali. Hanya Kabupaten Donggala dan Morowali Utara yang absen dalam pameran ini.
Batik Valiri hingga Kerajinan Rotan: Produk Unggulan Sigi
Ketua Dekranasda Kabupaten Sigi, Siti Halwiah, menekankan momentum ini penting untuk memperkenalkan produk unggulan daerah sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih besar bagi pelaku UMKM. "Pameran ini merupakan rangkaian kegiatan MTQ ke XXXI dan menjadi ajang untuk mempromosikan produk-produk unggulan dari seluruh kabupaten di Sulawesi Tengah termasuk Kabupaten Sigi," ujarnya.
Dekranasda Sigi menampilkan Batik Valiri, kain tenun, berbagai produk kerajinan berbahan rotan, serta aneka hasil olahan dan kerajinan berbahan kelapa. "Memang Kabupaten Sigi ini memiliki potensi UMKM yang sangat besar untuk tembus ke pasar nasional," tambah Halwiah.
Harmoni dalam Keberagaman Sulteng Nambaso
Pameran ini mengusung tema "Berani membangun generasi cinta Qurani dan memperkuat harmoni dalam keberagaman Sulteng Nambaso". Miar Permana menuturkan, pameran tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat harmoni dan silaturahim antar Dekranasda kabupaten/kota di Sulawesi Tengah melalui ekspresi seni dan budaya.
Siti Halwiah mengajak seluruh pihak meningkatkan kualitas produk lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. "Tentunya peningkatan kualitas dan inovasi menjadi kunci untuk meningkatkan nilai jual produk UMKM dari Kabupaten Sigi," pungkasnya.