PALU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memastikan pembangunan 12 ruas jalan strategis dan jembatan masuk tahap eksekusi tahun ini. Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (Binatarung) Sulteng, Dr. Faidul Keteng, menyebut total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 604,8 miliar dan dikerjakan melalui skema Multi Years Contract (MYC) hingga 2027.
Jalur Palu–Kulawi Jadi Prioritas, Distribusi Hasil Pertanian Diharapkan Lancar
Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah rekonstruksi Ruas Jalan Palu–Kulawi di Kabupaten Sigi. Selama ini, jalur tersebut menjadi arteri utama yang menghubungkan Kota Palu dengan kawasan pertanian dan permukiman di Sigi.
Selain itu, proyek lain yang masuk dalam daftar prioritas meliputi Jalan Tomata di Kabupaten Morowali Utara, ruas Tonusu, Meko–Pendolo, dan Dataran Bulan di Kabupaten Tojo Una-Una. Pemerintah juga akan mengerjakan ruas Air Terang di Kabupaten Buol serta pembangunan dan penggantian jembatan di Kabupaten Banggai Laut.
Program BERANI LANCAR: Bukan Sekadar Aspal, Tapi Membuka Pusat Ekonomi Baru
Seluruh proyek ini merupakan bagian dari program BERANI LANCAR Sulteng Nambaso. Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan, pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada fisik semata.
“Konektivitas yang baik akan membuka peluang tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru, mempercepat mobilitas masyarakat, dan memperkuat keterhubungan antarwilayah,” kata Anwar Hafid.
Menurut Faidul Keteng, pembangunan infrastruktur menjadi instrumen penting untuk membuka akses dan memperlancar distribusi barang dan jasa. “Mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Pasar Murah dan Target Penyelesaian 2027
Sebagai rangkaian peluncuran program, Pemprov Sulteng juga akan menggelar pasar murah yang terbuka bagi masyarakat di sekitar lokasi acara. Pemerintah berharap, dengan rampungnya 12 ruas jalan ini pada akhir 2027, konektivitas wilayah semakin kuat dan mampu menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah.