Puluhan Petani di Morowali Ikuti Pelatihan Ekologi Tanah Vale Indonesia, Belajar Olah Kompos hingga Mikro Organisme Lokal

Penulis: Mahfud Ridwan  •  Sabtu, 24 Oktober 2026 | 16:46:01 WIB
Peserta pelatihan ekologi tanah mengikuti praktik lapangan di Desa Ululere, Bungku Timur, Morowali.

MOROWALI — Peserta pelatihan berasal dari sejumlah desa di wilayah pemberdayaan Vale Indonesia, bagian dari MIND ID. Kegiatan berlangsung di Desa Ululere, Bungku Timur, dan digelar melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali.

Program masuk bidang peningkatan pendapatan riil dalam skema Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) perusahaan. Fokusnya memperkuat kapasitas petani lewat pemahaman kesehatan tanah, pengelolaan ekosistem pertanian, dan budidaya organik berkelanjutan.

Materi Ekologi Tanah sampai Praktik Lapangan

Selama lima hari, peserta menerima materi ekologi tanah, mencakup sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Pelatihan juga membahas pembuatan Mikro Organisme Lokal (MOL), teknik pengomposan, hingga praktik budidaya organik.

Praktik lapangan dilakukan untuk menguji pemahaman peserta. Materi lapangan meliputi uji tekstur tanah, uji daya kapiler, uji aerasi, pengenalan biota tanah, serta pembuatan kompos dan MOL.

Alasan Vale Indonesia Gelar Pelatihan

Head of External Regional & Growth Vale Indonesia, Endra Kusuma, menyebut pelatihan ekologi tanah sebagai bagian komitmen perusahaan mendukung pemberdayaan masyarakat.

"Pelatihan Ekologi Tanah ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendukung pemberdayaan masyarakat, dalam hal ini petani, sehingga mereka mampu menerapkan praktik pertanian yang sehat dan berkelanjutan," kata Endra Kusuma.

Menurutnya, program pemberdayaan diarahkan memberi manfaat jangka panjang lewat sektor pertanian, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Vale Indonesia ingin petani semakin mandiri mengelola lahan secara produktif dan ramah lingkungan.

Pengalaman Petani: Dua Tahun Organik, Ilmu Belum Sempurna

Peserta bernama Hafirudin mengaku mendapat banyak pengetahuan baru selama pelatihan. Ia sudah menerapkan metode pertanian organik sekitar dua tahun, tetapi menilai pemahamannya belum sempurna.

"Saya sudah kurang lebih dua tahun menerapkan metode organik dalam pertanian, tetapi belum sempurna. Alhamdulillah melalui pelatihan ini saya dan teman-teman mendapatkan tambahan ilmu. Pemahaman yang sebelumnya kurang tepat menjadi lebih jelas setelah mengikuti pelatihan ini," ujar Hafirudin.

Materi yang diberikan tidak hanya menambah wawasan soal pertanian organik. Hafirudin menilai pelatihan membantu petani membaca kondisi lahan dan menentukan langkah pengelolaan yang lebih tepat.

Harapan: Ilmu Menyebar ke Desa Lain

Peserta diharapkan menerapkan pengetahuan yang diperoleh dan membagikannya kepada petani lain di desa masing-masing. Dengan begitu, praktik pertanian organik yang sehat dan berkelanjutan bisa berkembang lebih luas di Morowali.

PT Vale Indonesia Tbk beroperasi di Indonesia sejak 1968 dan kini tercatat sebagai anak usaha MIND ID, Vale Canada Limited, serta Sumitomo Metal Mining. Perusahaan menjalankan operasi pertambangan dan pengolahan nikel di Sorowako, Sulawesi Selatan, serta mengembangkan proyek pertumbuhan di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.

Reporter: Mahfud Ridwan
Sumber: dteksinews.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top