PALU — Ketua Perdatin Sulawesi Tengah Imtihana menilai pengetahuan dasar pertolongan pertama belum merata di masyarakat. Menurutnya, penanganan awal yang tepat bisa memperbesar peluang keselamatan seseorang yang mengalami henti jantung.
"Edukasi Bantuan Hidup Dasar sangat penting untuk diberikan kepada masyarakat," kata Imtihana dalam kegiatan tersebut.
Masyarakat, lanjut dia, perlu memahami langkah-langkah awal sebelum pasien dibawa ke fasilitas kesehatan. Jeda antara kejadian dan penanganan medis dinilai menentukan kondisi korban.
Bantuan Hidup Dasar adalah rangkaian tindakan pertolongan pertama pada kasus henti jantung. Materi ini mencakup cara mengenali kondisi darurat hingga tindakan awal yang bisa dilakukan orang awam.
Sosialisasi digelar di kawasan bebas kendaraan agar mudah dijangkau warga yang sedang beraktivitas. Lokasi terbuka dipilih supaya edukasi bisa berlangsung sambil lalu, tanpa perlu ruang pertemuan formal.
Perdatin Sulteng menempatkan henti jantung sebagai fokus utama. Kasus kegawatdaruratan ini menuntut respons cepat, bukan hanya dari tenaga medis tetapi juga dari orang terdekat korban.
Rangkaian peringatan Hari Anestesi Sedunia juga diisi program Anestesi Go to School. Para siswa mendapat pelatihan Bantuan Hidup Dasar di sekolah masing-masing.
Materi diarahkan agar pelajar mampu mengenali kondisi darurat. Mereka dilatih menentukan tindakan awal ketika menemukan seseorang yang mengalami henti jantung.
Kelompok usia sekolah dipilih karena dinilai lebih cepat menyerap keterampilan praktik. Pengetahuan yang ditanam sejak dini diharapkan terbawa hingga dewasa.
Perdatin Sulteng tidak hanya menggelar edukasi kesehatan. Kegiatan olahraga bersama dan pemeriksaan kesehatan gratis turut memeriahkan peringatan tahun ini.
Pemeriksaan gratis memberi warga kesempatan memeriksa kondisi tubuh tanpa biaya. Sementara kegiatan olahraga dipakai untuk mendekatkan dokter spesialis dengan masyarakat.
Kombinasi acara ini memperluas jangkauan peringatan Hari Anestesi Sedunia. Edukasi medis disampaikan lewat suasana yang lebih akrab, bukan forum resmi yang kaku.
Perdatin Sulteng berharap pemahaman masyarakat soal tindakan cepat kian luas. Lingkungan yang siap dan tanggap terhadap kondisi darurat medis menjadi target jangka panjang kegiatan ini.
Imtihana menekankan bahwa pertolongan pertama bukan monopoli tenaga kesehatan. Warga biasa yang berada di lokasi kejadian kerap menjadi pihak pertama yang bisa bertindak.
Dengan bekal Bantuan Hidup Dasar, masyarakat diharapkan tidak sekadar menunggu bantuan medis datang. Tindakan awal yang benar bisa menjadi selisih antara nyawa yang tertolong dan tidak.