PALU — Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Ditreskrimsus Polda Sulteng menggelar operasi penertiban penyaluran dan penyeludupan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar. Sasaran operasi mencakup sejumlah titik penampungan di Tipo, Maraola, Mamboro, dan Bumi Bahari.
Kasubdit Tipidter Kompol Karel A. Paeh memimpin langsung operasi tersebut. Petugas menyisir lokasi yang diduga menjadi tempat penampungan BBM bersubsidi sebelum disalurkan ke pihak yang tidak berhak.
Operasi menyasar penampungan di Tipo, Maraola, Mamboro, dan Bumi Bahari. Keempat lokasi berada di wilayah Kota Palu dan sekitarnya yang selama ini menjadi jalur distribusi BBM bersubsidi.
Selain Solar, petugas juga mengincar penyeludupan Fertalite atau pupuk bersubsidi. Dua komoditas bersubsidi itu dinilai rawan disalahgunakan di tingkat pengecer maupun penampung.
Operasi Tipidter berlangsung setelah gabungan Ditresnarkoba Polda Sulteng, BNN, dan TNI menggerebek kampung narkoba di Tapanjuka dan Kayumalue, Kota Palu. Dua operasi itu menunjukkan Pola penindakan Polda Sulteng yang bergerak dari kejahatan narkotika ke penyalahgunaan barang bersubsidi.
Seorang anggota Tipidter Polda Sulteng yang meminta namanya tidak disebutkan menyatakan operasi masih berjalan. "Subdit Tipidter masih sedang melakukan operasi penertiban dan pencegahan penyeludupan BBM bersubsidi baik jenis Solar maupun Fertalite," ujarnya kepada media, Minggu (18/10/2026).
Solar dan Fertalite termasuk barang bersubsidi yang distribusinya diatur negara. Penyimpangan penyaluran keduanya merugikan keuangan negara dan menghambat pasokan bagi warga yang berhak menerima.
Petugas belum merinci jumlah BBM bersubsidi yang diamankan dari keempat lokasi. Begitu pula jumlah pihak yang diperiksa dalam operasi tersebut.
Subdit Tipidter Polda Sulteng menyatakan penertiban akan berlanjut ke titik penampungan lain di wilayah hukumnya. Warga yang menemukan indikasi penyeludupan BBM bersubsidi diminta melapor ke kepolisian setempat.