SULAWESI TENGAH — Apple tengah menyiapkan MacBook Pro dengan layar OLED dan touchscreen yang diklaim hadir dengan bodi jauh lebih ringan dibanding model saat ini. Menurut laporan Mark Gurman dari Bloomberg, pengurangan bobot itu berasal dari pengecilan sejumlah komponen internal dan penataan ulang tata letak. Perubahan ini disebut menjadi salah satu upgrade terbesar MacBook Pro dalam beberapa tahun terakhir.
Laporan Bloomberg menyebut Apple merombak bagian dalam MacBook Pro generasi OLED secara menyeluruh. Komponen-komponen tertentu dikecilkan agar ruang di dalam bodi lebih efisien, sementara susunan tata letaknya diatur ulang untuk menekan bobot total perangkat.
Pendekatan ini berbeda dari generasi sebelumnya yang lebih banyak mengandalkan perubahan pada chip dan layar. Kali ini, desain internal jadi salah satu fokus utama rekayasa Apple.
Sebagai gambaran, MacBook Pro 14 inci saat ini punya bobot mulai sekitar 1,5 kg. Model 16 inci bisa mencapai sekitar 2,1 kg, bergantung konfigurasi yang dipilih.
Jika klaim pengurangan bobot signifikan itu benar, selisihnya bakal terasa bagi pengguna yang rutin membawa laptop ini bepergian. Beban di tas bisa berkurang cukup banyak, terutama untuk varian 16 inci.
Layar OLED disebut lebih unggul secara visual dibanding panel IPS yang dipakai model saat ini. Kontras dan reproduksi warna jadi dua area yang paling terasa perbedaannya.
Bagian notch kabarnya diganti dengan Dynamic Island, mirip yang sudah dipakai di iPhone. Apple juga disebut membuat bodinya lebih tipis sehingga keseluruhan desain terasa lebih ringkas.
Untuk dapur pacu, MacBook Pro OLED kemungkinan belum membawa chip generasi berikutnya. Laporan itu menyebut perangkat ini masih mengandalkan M5 Pro dan M5 Max.
Chip generasi selanjutnya diperkirakan baru muncul pada awal 2027. Kombinasi layar OLED, touchscreen, dan desain baru tetap jadi nilai jual utama model ini.
MacBook Pro OLED diperkirakan meluncur pada Oktober atau November tahun ini. Model tersebut kemungkinan ditempatkan sebagai varian kelas atas dengan harga lebih mahal dibanding MacBook Pro yang sudah ada.
Artinya, Apple berpotensi menyediakan dua versi MacBook Pro di pasar secara bersamaan. Varian OLED menyasar segmen premium, sementara model eksisting tetap dijual untuk segmen di bawahnya.
Bagi pelaku bisnis digital dan pengguna profesional di Indonesia, perubahan bobot dan layar ini relevan karena MacBook Pro jadi perangkat kerja utama di banyak tim produk, desain, dan engineering. Jadwal peluncuran resminya masih menunggu pengumuman Apple.