PALU — Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di lingkungan Kanwil Kemenkum Sulteng bukan sekadar seremonial tahunan. Rakhmat Renaldy mengajak seluruh pegawai mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa yang pernah menguji persatuan bangsa. Menurutnya, sejarah harus menjadi pengingat bahwa perbedaan di tengah masyarakat tidak boleh berkembang menjadi perpecahan.
Pesan itu disampaikan Rakhmat saat memimpin upacara di Lapangan Upacara Kemenkum Sulteng. Ia menilai momentum ini relevan untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan di lingkungan kerja kementerian.
Dalam amanatnya, Rakhmat menegaskan Pancasila harus menjadi pegangan dalam menjaga persatuan. Ia juga mengingatkan jajarannya agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah belah.
"Sebagai anak bangsa, kita harus terus mengingat sejarah dan mengambil pelajaran dari setiap peristiwa yang pernah terjadi. Pancasila harus menjadi pegangan dalam menjaga persatuan, saling menghormati, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah belah," ujar Rakhmat.
Ia menyoroti derasnya arus komunikasi digital sebagai tantangan tersendiri bagi aparatur negara. Hoaks, isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta fitnah dinilainya dapat menjadi ancaman terhadap persatuan apabila tidak disikapi dengan kedewasaan.
Rakhmat meminta seluruh jajaran Kanwil Kemenkum Sulteng lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar. Menurutnya, semangat kebangsaan harus tetap dijaga di tengah banjir informasi yang belum tentu benar.
"Jangan mudah terpecah belah, jangan mudah percaya pada hoaks, isu SARA, maupun fitnah. Kita harus mengedepankan nilai-nilai Pancasila dalam menjalankan tugas maupun dalam kehidupan bermasyarakat," tuturnya.
Peringatan ini juga menjadi pengingat bagi aparatur untuk tidak hanya memahami Pancasila secara simbolis. Nilai-nilainya, kata Rakhmat, harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, termasuk saat melayani masyarakat.
Penerapan nilai Pancasila di Kanwil Kemenkum Sulteng diwujudkan melalui pelayanan hukum yang adil, berintegritas, serta tidak diskriminatif. Langkah tersebut sejalan dengan komitmen kanwil dalam mendukung penguatan program prioritas pemerintah pusat di daerah.
"Kami di Kanwil Kemenkum Sulteng siap mendukung penuh program prioritas Presiden yang diejawantahkan melalui berbagai program Kementerian Hukum. Dukungan itu akan kami wujudkan melalui kerja nyata, pelayanan yang semakin baik, dan pelaksanaan tugas yang berorientasi pada kepentingan masyarakat," katanya.
Melalui peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kanwil Kemenkum Sulteng berharap jajarannya tidak hanya mengenang sejarah. Mereka didorong menjadikan nilai kebangsaan sebagai landasan kerja harian, terutama dalam menghadapi tantangan disinformasi yang semakin kompleks.