EFN Sebut Selera Konsumen Ubah Bisnis Kuliner, Rantai Pasok Jadi Kunci

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Sabtu, 19 September 2026 | 09:20:31 WIB

SULAWESI TENGAH — Erajaya Food & Nourishment menilai perubahan selera konsumen memaksa pelaku bisnis kuliner mengubah cara mengelola produk, pengalaman, hingga rantai pasok. Perusahaan menyoroti persepsi harga dan kedekatan dengan petani sebagai penentu daya saing di sektor makanan dan minuman.

CEO Erajaya Food & Nourishment (EFN), Jeremy Sim, mengatakan bisnis makanan dan minuman tidak lagi sekadar menjual produk. Menurut dia, konsep yang dibangun harus mampu menghadirkan gaya hidup dan komunitas di sekitarnya.

"Bagi kami, bisnis F&B bukan hanya tentang menjual produk makanan dan minuman, namun juga bagaimana membangun lifestyle dan community di sekitar sebuah konsep," kata Jeremy di acara media gathering di Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Pernyataan itu menggambarkan pergeseran yang lebih luas di industri kuliner. Makanan dan minuman kini berfungsi sebagai bagian dari gaya hidup dan ruang interaksi sosial, bukan hanya kebutuhan harian.

Setiap Segmen Konsumen Punya Kebutuhan Berbeda

Jeremy menuturkan, pelaku usaha perlu menawarkan value proposition yang relevan untuk setiap segmen. Tujuannya menarik konsumen baru sekaligus mempertahankan pelanggan lama.

EFN tidak melihat peluang F&B semata-mata lewat penambahan merek. Perusahaan mempertimbangkan relevansi sebuah bisnis terhadap konsumen Indonesia, potensi pertumbuhan, dan kemampuannya berkembang dalam skala besar.

Untuk bisnis supermarket, EFN berupaya memberikan kombinasi kualitas, kelengkapan, variasi, dan harga yang kompetitif. Persepsi harga menjadi aspek yang dievaluasi berkala terhadap sejumlah kebutuhan sehari-hari.

Pengalaman Berbelanja dan Frekuensi Interaksi

Bisnis grocery memiliki frekuensi interaksi tinggi karena masyarakat membeli kebutuhan pangan dan rumah tangga secara rutin. Kedekatan itu membuka peluang memahami pola permintaan dengan lebih baik.

Informasi soal produk yang diminati konsumen membantu perusahaan mengambil keputusan hingga ke sisi hulu rantai pasok. EFN melihat penguatan rantai pasok sebagai bagian penting dalam pengembangan bisnis grocery.

Perusahaan bermaksud mengeksplorasi hubungan yang lebih dekat dengan pemasok, petani, dan pelaku usaha di ekosistem pangan.

Rantai Pasok Lebih Efisien Lewat Hubungan Langsung dengan Petani

Jeremy menjelaskan, hubungan langsung dengan petani dapat membuka peluang membangun rantai pasok yang lebih efisien. Informasi permintaan di hilir bisa diteruskan ke sisi hulu.

"Ketika kami memahami kebutuhan konsumen di hilir, informasi tersebut bisa diteruskan ke sisi hulu sehingga petani memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai produk yang dibutuhkan pasar," kata dia.

Pendekatan itu membantu pelaku pertanian menentukan jenis produk berdasarkan permintaan pasar. EFN juga melihat peluang memberikan dukungan teknologi, infrastruktur, input pertanian, serta informasi pasar.

Perusahaan mengeksplorasi model pertanian modern, termasuk greenhouse dan hydroponic farming. Model tersebut berpotensi membantu produsen menghadapi perubahan cuaca sekaligus menjaga konsistensi pasokan.

Skema Offtake dan Pengembangan Merek Lokal

Penguatan hubungan dari petani hingga konsumen membuka peluang penerapan skema offtake. Mekanisme itu memberi akses pasar lebih jelas bagi hasil pertanian dan membantu bisnis memperoleh pasokan sesuai kebutuhan.

EFN juga melihat peluang mengembangkan bisnis lokal dengan fundamental kuat. Indonesia menawarkan basis konsumen besar sehingga pasar domestik dapat menjadi fondasi sebelum membawa bisnis tertentu ke pasar internasional.

Produk yang relevan, value proposition yang kuat, dan kemampuan menjangkau konsumen dalam skala luas menjadi faktor yang diperhatikan. Pertumbuhan bisnis F&B menuntut adaptasi karena mencakup banyak tahapan, dari pengembangan produk, produksi, quality control, distribusi, hingga pengelolaan masa kedaluwarsa.

EFN membuka ruang kolaborasi dan pertukaran pengetahuan dengan pelaku industri serta entrepreneur F&B. Portofolio perusahaan ke depan akan mempertimbangkan relevansi terhadap konsumen dan potensi skala.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top