PALU — Dari 28 negara yang sudah terikat perjanjian bilateral penerbangan dengan pemerintah Republik Indonesia, baru satu yang aktif membuka rute langsung ke Palu, yakni Republik Rakyat Tiongkok melalui rute Guangzhou–Palu pulang-pergi. Prasetyohadi merinci sisa 27 negara lain masih terbuka bagi maskapai mana pun yang berminat membuka penerbangan langsung dari dan menuju Bandara Mutiara SIS Al-Jufri.
"Perjanjian antara negara Republik Indonesia dengan negara-negara di mancanegara yang sudah diatur dari ataupun dari dan menuju Bandar Udara Internasional Mutiara Sis Al-Jufri, itu yang sudah diatur ada 28 negara," ujar Prasetyohadi.
Skema Any Point to China Bebas Tanpa Batasan Rute
Untuk jaringan penerbangan ke Tiongkok, Prasetyohadi menegaskan mekanismenya menganut sistem any point to China. Maskapai dan pelaku usaha tidak perlu menunggu perjanjian bilateral baru untuk membuka penerbangan ke berbagai kota di Tiongkok.
"Bagi rekan-rekan pelaku usaha di wilayah Sulteng ini atau mungkin dari luar Sulteng yang ingin mengembangkan rute-rute khususnya untuk negara mitra di China, itu bebas. Any point to city di China itu semuanya sudah diatur. Jadi, tidak ada batasan," jelasnya.
Kargo Ekspor-Impor dan Lahan Komersial 11.000 Meter Persegi
Sektor logistik kargo ekspor-impor dinilai masih sangat menjanjikan. Sulawesi Tengah memiliki komoditas unggulan dari sektor perkebunan, hasil laut, hingga sumber daya alam yang membuka peluang pengiriman kargo langsung ke luar negeri tanpa hambatan berarti.
Pengelola bandara juga membuka ruang investasi bagi sektor non-aero. Sejumlah lahan potensial disiapkan untuk pusat komersial modern, mulai dari sport center, food court, SPBU, ballroom, hingga kawasan shopping track yang terintegrasi.
"Di bandara kami, baik di pagi ataupun di sore hari, antusias dari masyarakat di Palu ini cukup besar yang mengadakan shopping track. Nah, ini juga bisa untuk penataan dari area komersial seluas sekitar 11.000 meter persegi sebagai pusat hiburan dan keramaian," tambahnya.
Perluasan Landasan Pacu demi Pesawat Wide Body dan Umrah Langsung
Pihak bandara menyusun ulang master plan untuk menjawab harapan Gubernur Sulawesi Tengah, Wali Kota Palu, dan masyarakat luas. Pembenahan infrastruktur landasan pacu digenjot agar bandara sanggup mendaratkan pesawat berbadan lebar atau wide body.
Jika perluasan landasan pacu rampung, Bandara Mutiara SIS Al-Jufri dipastikan mampu melayani penerbangan langsung jarak jauh. Termasuk penerbangan umrah menuju Jeddah tanpa transit lebih dulu di Jakarta, Surabaya, atau Makassar.
Prasetyohadi berharap terobosan tersebut membuat Bandara Mutiara SIS Al-Jufri tidak sekadar berfungsi sebagai pintu gerbang transportasi udara. Ia menargetkan bandara bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dan magnet investasi di Sulawesi Tengah.