Gunung Ibu Erupsi Lagi Senin Siang, Kolom Abu Capai 400 Meter

Penulis: Lukman Hakim  •  Senin, 14 September 2026 | 16:46:31 WIB
Gunung Ibu erupsi pada Senin siang dengan kolom abu setinggi 400 meter.

SULAWESI TENGAH — Laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia mencatat kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi 45 detik.

Frekuensi Erupsi Sepanjang Hari

Pengamatan kegempaan pada 14 September 2026 pukul 00.00-23.59 WIT menunjukkan 75 kali gempa letusan/erupsi. Amplitudo gempa tercatat 15-28 milimeter dengan lama gempa 34-84 detik.

Selain gempa letusan, terekam 4 kali gempa hembusan dengan amplitudo 4-12 milimeter dan lama gempa 37-46 detik. Ada pula 10 kali gempa harmonik dengan amplitudo 2-26 milimeter dan lama gempa 42-86 detik.

Status Gunung Ibu Saat Ini

Tingkat aktivitas Gunung Ibu berada di Level II (Waspada). Status ini berlaku berdasarkan laporan aktivitas gunung api MAGMA Indonesia per 14 September 2026.

PVMBG menghimbau masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan pengunjung atau wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2 kilometer. Ada pula perluasan sektoral berjarak 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara kawah aktif Gunung Ibu.

Rekor Letusan Gunung Api Indonesia 2026

Sepanjang tahun 2026, MAGMA Indonesia telah merekam 4.630 letusan atau erupsi gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur mencatat angka tertinggi dengan 1.809 kali letusan.

Gunung Ibu menyusul di posisi kedua dengan 1.504 kali letusan. Angka ini menempatkan Gunung Ibu sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia sepanjang 2026.

Yang Perlu Diperhatikan Wisatawan

Bagi traveler yang berencana mendaki atau berkemah di kawasan Gunung Ibu, status Level II (Waspada) berarti aktivitas di radius 2 kilometer dari kawah dilarang. Perluasan sektoral 3,5 kilometer ke arah utara kawah aktif juga masuk zona larangan.

Waktu terbaik memantau perkembangan terkini adalah melalui aplikasi MAGMA Indonesia yang diperbarui harian. Informasi resmi juga dapat dikonfirmasi via PVMBG atau dinas pariwisata setempat sebelum berangkat.

Durasi erupsi yang singkat (45 detik) dan amplitudo maksimum 28 milimeter menunjukkan aktivitas masih dalam rentang fluktuatif khas gunung api Level II. Namun dengan 75 gempa letusan dalam sehari, wisatawan disarankan menunda kunjungan ke area puncak hingga status diturunkan.

Reporter: Lukman Hakim
Sumber: databoks.katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top