Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Rp17.605/USD, Analis Prediksi Kembali Melemah

Penulis: Nanda Firmansyah  •  Senin, 14 September 2026 | 09:18:31 WIB
Rupiah dibuka menguat tipis ke Rp17.605 per USD pada perdagangan hari ini.

SULAWESI TENGAH — Data Bloomberg yang dikutip menunjukkan rupiah berada di Rp17.605 per USD, naik enam poin atau setara 0,03 persen dari penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.611 per USD. Sementara itu, data Yahoo Finance mencatat posisi rupiah di Rp17.606 per USD, bergerak melemah dari Rp17.531 per USD pada pembukaan perdagangan Jumat pekan lalu.

Analis Prediksi Rupiah Kembali Melemah Hari Ini

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif dan cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Ia memproyeksikan mata uang Garuda bergerak di rentang Rp17.610 hingga Rp17.650 per USD.

"Pertemuan minggu depan sebagian besar 85 persen para ekonom mengatakan bahwa Bank Sentral AS kemungkinan besar akan menaikkan suku bunga 25 basis poin. Jadi, yang tadinya 70 persen sudah berubah menjadi 85 persen," kata Ibrahim.

Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Jadi Pemicu Utama

Faktor eksternal menjadi pendorong utama pergerakan rupiah. Ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) menguat setelah inflasi tahunan di Amerika Serikat diperkirakan mencapai 4,6 persen.

Pelaku pasar kini semakin yakin The Fed akan menaikkan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan minggu depan. Probabilitas tersebut melonjak dari sebelumnya 70 persen menjadi 85 persen menurut survei ekonom.

Ketegangan AS-Iran Dorong Harga Minyak, Tekan Mata Uang Berkembang

Konflik antara AS dan Iran yang masih berlangsung turut mempengaruhi pasar. Ketegangan tersebut mendorong kenaikan harga minyak mentah dan berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Kombinasi kedua faktor eksternal ini membuat posisi rupiah rentan terhadap aksi jual. Investor asing cenderung menahan diri menempatkan dana di aset berdenominasi rupiah selama ketidakpastian global belum mereda.

Bagi pelaku usaha yang memiliki kebutuhan dolar AS dalam waktu dekat, pergerakan fluktuatif ini perlu diantisipasi. Sementara eksportir berpeluang memanfaatkan level saat ini untuk konversi valas.

Investasi mengandung risiko.

Reporter: Nanda Firmansyah
Sumber: metrotvnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top