1.073 Mahasiswa di Sulteng Terjun Dampingi Pasien TB, Jangkau Palu, Poso, Banggai, dan Tolitoli

Penulis: Nanda Firmansyah  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 18:34:31 WIB
mahasiswa di Sulawesi Tengah terjun mendampingi pasien TB di Palu, Poso, Banggai, dan Tolitoli.

PALU — Kolaborasi lintas institusi ini digerakkan untuk mengejar target eliminasi TB yang selama ini kerap terhambat di tingkat lapangan. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan menegaskan bahwa dampak perguruan tinggi baru terasa optimal jika sumber dayanya disatukan dalam satu agenda kolaborasi.

"Dampak dari perguruan tinggi ini akan lebih dirasakan manfaatnya secara optimal kalau dilakukan secara bersama-sama, secara sinergi dan secara kolaborasi," katanya dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Peran Mahasiswa di Lapangan

Mahasiswa yang terlibat tidak sekadar turun ke lapangan. Mereka bertugas mendampingi pasien TB paru dan orang-orang yang tinggal serumah dengan pasien. Pendampingan ini mencakup memastikan pengobatan berjalan teratur, memberi edukasi kepada keluarga, hingga mendorong pemeriksaan bagi mereka yang berisiko tertular.

Fauzan menilai skala keterlibatan ini menunjukkan kapasitas yang bisa dihimpun lewat konsorsium. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki mahasiswa, dosen, keahlian, dan jaringan yang tersebar di berbagai wilayah. Ketika sumber daya itu digabungkan, jangkauan ke masyarakat menjadi jauh lebih luas.

Kontak Erat Wajib Diperiksa

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus mengingatkan bahwa eliminasi TB tidak cukup hanya dengan menemukan dan mengobati pasien. Ia menekankan pentingnya pemeriksaan terhadap orang yang tinggal serumah untuk mencegah munculnya kasus baru.

"Kalau di rumah itu ada yang sakit maka orang seisi rumahnya harus dicek. Kalau tidak sakit, wajib dikasih obat pencegahan," ucapnya.

Karena itu, Wamenkes mendorong para mahasiswa membantu pendataan keluarga pasien bersama dinas kesehatan setempat. Data yang akurat akan mempercepat penanganan kontak erat sebelum penularan meluas.

Dukungan Pemeriksaan dan Alat Diagnostik

Kolaborasi ini terhubung dengan penguatan pemeriksaan TB oleh Kementerian Kesehatan. Pemeriksaan melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG) khusus TB disiapkan di 53.335 lokasi di Indonesia, termasuk 508 lokasi di Sulawesi Tengah. Provinsi ini juga akan menerima 16 alat X-ray untuk memperluas deteksi dini.

Gubernur Sulteng Anwar Hafid menyambut baik kolaborasi kementerian, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan jajaran kesehatan ini. Ia memastikan pemerintah provinsi akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten, perguruan tinggi negeri dan swasta, serta jajaran kesehatan untuk memperkuat pelaksanaan program di lapangan.

Reporter: Nanda Firmansyah
Sumber: antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top