SULAWESI TENGAH — Program pemberdayaan petani yang digagas Petrokimia Gresik tidak berhenti pada seremoni. Lewat "Pestani Rawit Groo Festival", perusahaan pelat merah ini memberi ruang bagi petani cabai rawit di Jawa Timur untuk membuktikan langsung efektivitas budidaya yang lebih modern dan terukur di lahan mereka sendiri.
Hasilnya, produktivitas tanaman cabai rawit para peserta tercatat melonjak hingga 15 persen. Angka ini bukan dari uji coba laboratorium, melainkan dari praktik nyata di lapangan yang melibatkan petani secara langsung.
Kunci kenaikan panen ini terletak pada pendekatan yang menyeluruh. Petrokimia Gresik tidak hanya menyuplai kebutuhan pupuk, tetapi juga memberikan edukasi tentang pemupukan berimbang serta teknik budidaya yang tepat sasaran.
Para petani diajak untuk memahami karakteristik tanah dan kebutuhan nutrisi tanaman secara spesifik. Dengan begitu, penggunaan pupuk menjadi lebih efisien dan hasil panen pun optimal.
Program ini menjadi wadah bagi petani untuk saling bertukar pengalaman dan belajar dari praktik terbaik yang telah diterapkan rekan-rekan mereka.
Kenaikan produktivitas 15 persen bukan sekadar angka statistik. Bagi petani cabai rawit, tambahan hasil panen ini berarti tambahan pendapatan yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga atau menabung untuk musim tanam berikutnya.
Dengan biaya produksi yang relatif sama tetapi hasil panen lebih banyak, margin keuntungan petani meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa modernisasi pertanian bisa langsung menyentuh kesejahteraan petani di tingkat akar rumput.
Keberhasilan ini sekaligus menjawab tantangan besar sektor pertanian Indonesia: bagaimana meningkatkan produksi pangan di tengah keterbatasan lahan dan fluktuasi harga.
Melihat antusiasme dan hasil positif di Jawa Timur, program serupa berpeluang diperluas ke wilayah lain. Petrokimia Gresik dinilai berhasil membuktikan bahwa sinergi antara BUMN, teknologi, dan petani bisa menghasilkan dampak yang terukur.
Bagi para petani yang belum bergabung, program ini menjadi contoh konkret bahwa peningkatan hasil panen bisa dimulai dari perubahan cara budidaya. Dukungan dari perusahaan pupuk negara seperti Petrokimia Gresik menjadi jembatan penting untuk mewujudkan pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional, khususnya untuk komoditas cabai yang harganya kerap bergejolak di pasaran.