SULAWESI TENGAH — Arsyaifa Sawqia, peserta Jambore Kwartir Ranting Messawa asal Kecamatan Aralle, ditemukan meninggal dunia setelah hanyut di sungai di Kecamatan Messawa. Peristiwa ini terjadi di tengah kegiatan perkemahan yang diikutinya, Jumat (14/8/2026).
Kabar duka itu kemudian sampai ke keluarga korban di Dusun Kumpulan, Desa Panetean, Kecamatan Aralle. Panitia penyelenggara jambore bergerak cepat mendatangi rumah keluarga untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung.
Panitia Jambore Kwartir Ranting Messawa telah mengunjungi rumah duka keluarga Arsyaifa Sawqia. Dalam pertemuan tersebut, mereka menyampaikan permintaan maaf atas insiden yang merenggut nyawa bocah SD tersebut.
Keluarga korban menerima kedatangan panitia dengan suasana duka yang mendalam. Kepergian Arsyaifa meninggalkan luka yang dalam bagi orang tua dan kerabat yang ditinggalkan.
Musibah ini terjadi saat kegiatan jambore tengah berlangsung di Kecamatan Messawa, Kabupaten Mamasa. Arsyaifa Sawqia menjadi korban dalam insiden hanyut di sungai yang berada di sekitar lokasi perkemahan.
Korban diketahui merupakan warga Dusun Kumpulan, Desa Panetean, Kecamatan Aralle, Kabupaten Mamasa. Ia mengikuti kegiatan Jambore Kwartir Ranting Messawa sebelum akhirnya mengalami musibah tersebut.
Peristiwa ini menjadi perhatian keluarga besar dan masyarakat setempat. Kepergian Arsyaifa yang masih duduk di bangku sekolah dasar menyisakan duka yang mendalam bagi orang-orang terdekatnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Mamasa maupun aparat kepolisian setempat mengenai penyebab pasti dan evaluasi atas jalannya kegiatan jambore tersebut. Panitia penyelenggara telah mengambil langkah awal dengan menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada keluarga korban.