PALU — Kasus dugaan penipuan dan penggelapan tanah senilai Rp950 juta di Kota Palu masih menyisakan pekerjaan rumah bagi aparat kepolisian. Satu orang tersangka yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) hingga kini masih buron dan diduga tidak meninggalkan kota.
Informasi yang dihimpun dari lingkungan kepolisian, tersangka masih berkeliaran di wilayah Palu dan sekitarnya. Pihak Polresta Palu terus melakukan penyelidikan dan pengejaran, namun belum ada titik terang kapan penangkapan akan dilakukan.
Kasus ini bermula dari laporan seorang warga ke Polresta Palu beberapa waktu lalu. Pelapor mengaku menjadi korban penipuan dan penggelapan terkait transaksi jual-beli tanah yang nilainya mencapai Rp950 juta.
Dalam laporannya, korban menyebut bahwa tersangka menjanjikan sebidang tanah di kawasan Palu. Setelah uang ratusan juta rupiah diserahkan, sertifikat dan kepemilikan tanah tak kunjung diberikan. Korban kemudian sadar telah ditipu dan melaporkan kejadian itu ke polisi.
Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polresta Palu bergerak cepat setelah menerima laporan. Berdasarkan alat bukti dan keterangan saksi, polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka. Satu di antaranya berhasil diamankan, sementara satu lainnya masih dalam pengejaran.
“Satu orang sudah kami tetapkan sebagai DPO. Kami masih melakukan pengejaran dan koordinasi dengan tim di lapangan,” ujar sumber di lingkungan Polresta Palu, Selasa (15/4).
Pihak kepolisian belum merinci secara detail strategi penangkapan yang dilakukan. Namun, petugas terus memantau pergerakan tersangka dan mengimbau masyarakat untuk melapor jika mengetahui keberadaannya.
Kasus ini menjadi peringatan bagi warga Palu dan sekitarnya untuk lebih berhati-hati dalam bertransaksi properti. Polisi mengingatkan agar setiap transaksi jual-beli tanah dilakukan secara resmi dan melalui prosedur yang benar, termasuk pengecekan sertifikat di Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Hingga berita ini diturunkan, tersangka masih dalam daftar buronan dan belum diketahui kapan akan berhasil ditangkap. Polresta Palu memastikan akan terus mengejar hingga kasus ini tuntas.