SULAWESI TENGAH — Kabar ini pertama kali diungkap oleh Auto News dan dikonfirmasi oleh sumber internal dealer Honda. Berbeda dengan generasi pertamanya yang hadir di era 2002 dengan gaya melengkung mendominasi, Element baru justru mengandalkan desain kotak yang kini sedang tren. Lihat saja bagaimana Ford Bronco, Subaru Outback, atau Toyota RAV4 kini mengadopsi garis tegas—Element jelas datang di momen yang tepat.
Element generasi pertama punya DNA unik: kabin super legap berkat bentuk kotak, kursi belakang yang bisa dilipat ke samping, pintu belakang antagonis tanpa pilar B, dan lantai yang bisa dicuci. Semua itu menjadikannya mobil paling fungsional di zamannya, meski ukurannya kompak.
Sayangnya, Honda belum mengonfirmasi apakah fitur-fitur tersebut akan diwariskan ke model 2029. Yang jelas, paket baterai hybrid berpotensi menggerogoti ruang lantai yang dulu menjadi daya tarik utama. “Kami berharap Honda tetap mempertahankan sebagian besar fitur cerdas itu dan menambahkan yang baru,” ujar Sam Fiorani, Vice President AutoForecast Solutions, kepada Auto News.
Honda dipastikan membekali Element baru dengan sistem hybrid. Spek paling mungkin adalah mesin 2.0 liter 4-silinder yang dipadukan dengan dua motor listrik—tepatnya seperti yang digunakan Civic Hybrid saat ini, atau versi generasi berikutnya yang sudah diisyaratkan Honda.
Konsekuensinya, transmisi CVT menjadi satu-satunya pilihan. Kabar ini tentu mengecewakan penggemar yang masih merindukan tuas manual 5-percepatan milik Element lawas, namun langkah ini sudah lazim di era mobil elektrifikasi.
Honda berhati-hati dengan strategi harga. Berbeda dengan Prelude yang dibanderol di atas USD 40.000 (sekitar Rp 640 juta), Element baru harus tetap terjangkau. Menurut Fiorani, posisi harga ideal Element adalah di antara HR-V dan CR-V, yang berarti kisaran USD 26.000–28.000 atau sekitar Rp 416–448 juta.
Keyakinan dealer juga kuat. “Kalau kami dapat Element bekas dari trade-in, yang sudah jarang terjadi, barang itu langsung ludes dengan harga tinggi,” kata seorang peritel kepada Auto News. Permintaan pasar sekunder yang tinggi ini menjadi sinyal positif bagi rencana produksi massal 100.000 unit per tahun di pabrik Ohio, Amerika Serikat.
Element 2029 akan dipasarkan secara global sejak tahun pertama produksi. Meski masih enam tahun lagi, momentum desain boxy dan efisiensi hybrid membuat kendaraan ini layak dinantikan—terutama bagi mereka yang merindukan mobil praktis tanpa mengorbankan gaya.