Google Earth Rilis Fitur Eksplorasi Baru di Versi Browser, Bisa Lihat Dunia dari Perspektif Berbeda

Penulis: Oki Setiawan  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 05:05:01 WIB
Google Earth versi browser hadir dengan fitur eksplorasi baru yang lebih imersif.

Google Earth, platform pemetaan 3D milik raksasa teknologi Amerika Serikat, resmi menambahkan fitur eksplorasi baru pada versi browser-nya. Pembaruan ini dirancang untuk memberikan pengalaman visual yang lebih imersif dan interaktif, tanpa perlu menginstal perangkat lunak tambahan. Cukup buka browser, pengguna bisa langsung berkeliling dunia.

Bukan Sekadar Peta Datar, Tapi Pengalaman Imersif

Fitur anyar ini bukan sekadar peta satelit biasa. Google Earth kini menyajikan lapisan data visual yang memperkaya cara pengguna melihat landmark, bentang alam, hingga perubahan iklim. Pengguna bisa memutar, memperbesar, dan menjelajahi lokasi dengan detail yang lebih tajam.

“Ini adalah evolusi dari cara kita berinteraksi dengan peta,” tulis tim Google Earth dalam pengumuman resmi mereka. Tidak ada detail teknis lebih lanjut mengenai teknologi di balik fitur ini, namun yang jelas, tujuannya adalah membuat eksplorasi geografis terasa lebih hidup.

Cara Akses dan Ketersediaan untuk Pengguna Indonesia

Fitur ini tersedia langsung di versi browser Google Earth, baik melalui desktop maupun laptop. Pengguna di Indonesia bisa mengaksesnya tanpa perlu VPN atau pengaturan khusus. Cukup kunjungi situs earth.google.com dan fitur baru akan muncul secara otomatis di antarmuka utama.

Google belum menyebutkan apakah fitur ini akan hadir di aplikasi mobile dalam waktu dekat. Namun, untuk saat ini, versi browser menjadi satu-satunya pintu masuk untuk menikmati pengalaman eksplorasi terbaru ini.

Dampak bagi Traveler Virtual dan Pelajar di Indonesia

Bagi pelajar, guru, atau siapa pun yang gemar menjelajahi dunia dari layar, fitur ini bisa menjadi alat bantu belajar yang efektif. Bayangkan bisa melihat Candi Borobudur dari ketinggian, lalu turun ke detail reliefnya tanpa perlu ke Magelang. Atau menjelajahi Grand Canyon dengan perspektif 360 derajat.

Google Earth memang sudah lama menjadi andalan untuk eksplorasi virtual. Namun dengan pembaruan ini, pengalaman tersebut terasa lebih segar dan mendalam. Tidak ada fitur yang benar-benar revolusioner, tetapi penyempurnaan visual dan interaktivitasnya membuat perbedaan signifikan.

Mengapa Fitur Ini Penting Sekarang?

Di tengah meningkatnya minat terhadap perjalanan virtual pasca-pandemi, Google Earth mencoba mempertahankan relevansinya. Platform seperti Google Maps dan Apple Maps terus bersaing dalam hal navigasi, sementara Google Earth fokus pada eksplorasi dan edukasi. Fitur terbaru ini adalah langkah untuk tetap menjadi pilihan utama bagi para penjelajah digital.

Tidak ada perubahan besar pada sisi teknis atau spesifikasi perangkat. Yang berubah adalah cara data geografis disajikan: lebih intuitif, lebih visual, dan lebih mudah diakses oleh siapa pun. Bagi pengguna Indonesia yang penasaran, tidak ada salahnya menyempatkan diri untuk mencoba.

Reporter: Oki Setiawan
Sumber: bgr.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top