SULAWESI TENGAH — Upacara penyambutan berlangsung khidmat dengan pengawalan 17 personel motoris dan 80 pasukan berkuda. Kedua pemimpin berjabat tangan dan menyaksikan tarian penyambutan sebelum memasuki Istana Merdeka, diikuti lagu kebangsaan kedua negara dan inspeksi pasukan kehormatan.
Setelah prosesi resmi, Prabowo dan Steinmeier menggelar pertemuan tête-à-tête di ruang kerja presiden. Agenda pembicaraan difokuskan pada peluang peningkatan kerja sama di sektor bisnis, energi, iklim, budaya, serta perekrutan tenaga kerja terampil.
Kedua negara juga menegaskan komitmen bersama terhadap nilai-nilai demokrasi dan tatanan internasional berbasis aturan. Penguatan kerja sama multilateral di kawasan Indo-Pasifik menjadi salah satu poin utama yang disorot.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo memperkenalkan sejumlah anggota Kabinet Merah Putih kepada delegasi Jerman. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia turut hadir.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya juga ikut dalam rangkaian acara. Kehadiran para menteri ini menunjukkan keseriusan RI dalam membahas kerja sama lintas sektor.
Presiden Steinmeier dijadwalkan berdiskusi dengan sejumlah pakar dari lembaga kajian nasional. Diskusi ini akan membahas peran negara-negara kekuatan menengah dan posisi Jerman dalam dinamika tatanan global yang terus berubah.
Kunjungan ini menjadi momen penting bagi kedua negara untuk memperkuat kemitraan strategis yang telah terjalin puluhan tahun. Indonesia dan Jerman memiliki hubungan dagang yang signifikan, dengan Jerman menjadi mitra utama Uni Eropa bagi RI.