Lomba Keterampilan Siswa Pendidikan Khusus Sulteng Berakhir, Dinas Pendidikan Siapkan Juara ke Tingkat Nasional

Penulis: Nanda Firmansyah  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 11:13:31 WIB
Peserta LKS Pendidikan Khusus Sulteng menunjukkan kreativitas dalam sembilan cabang lomba.

PALU — Sebanyak sembilan cabang lomba dipertandingkan dalam ajang LKS Pendidikan Khusus tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang resmi ditutup pada Kamis (11/6/2026). Cabang tersebut meliputi tata kecantikan, tata busana, tata boga, hingga seni kriya. Seluruh materi lomba dirancang khusus untuk mengakomodasi kemampuan siswa tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, dan autis.

Kreasi Kue Tart hingga Suvenir Batok Kelapa

Kepala Bidang Pendidikan Khusus, Pendidikan Layanan Khusus, dan Inovasi Pendidikan (PKPLK) Dinas Pendidikan Sulteng, Muhammad Warsita, mengapresiasi kreativitas peserta. Pada cabang tata boga, para siswa berhasil memikat juri lewat kreasi kue tart yang estetik. Sementara di cabang seni kriya, seorang siswa asal Paleleh, Kabupaten Buol, menyabet juara pertama melalui produk kerajinan suvenir berbahan dasar tempurung kelapa.

"Siswa dari Paleleh ini dalam kesehariannya memang produktif membuat gantungan kunci dari batok kelapa. Potensi-potensi riil seperti inilah yang ingin kita angkat," ujar Warsita kepada awak media.

Bukan Sekadar Juara, tapi Modal Kemandirian

Warsita berharap keterampilan yang diasah di ajang ini tidak berhenti di level kompetisi. Ia menekankan bahwa kemampuan tersebut harus menjadi modal kemandirian ekonomi bagi para siswa setelah lulus sekolah. Sebagai bentuk dukungan konkret, Dinas Pendidikan Sulteng berencana memamerkan karya-karya terbaik para siswa pada peringatan Hari Disabilitas Internasional mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng, Firmanza Dg. Parebba, menegaskan bahwa LKS ini bukan sekadar urusan menang atau kalah. "Kegiatan ini membuktikan bahwa anak-anak kita memiliki kemampuan yang luar biasa jika diberikan ruang dan kesempatan yang setara. Mereka mampu menghasilkan karya yang membanggakan," tegas Firmanza saat menutup kegiatan.

Komitmen Pemprov untuk Ekosistem Pendidikan Khusus

Firmanza memastikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen penuh mendukung ekosistem pendidikan khusus. Tujuannya agar semakin banyak anak berkebutuhan khusus di Sulteng yang mampu berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. "Selamat kepada para pemenang. Persiapkan diri dengan matang untuk tantangan berikutnya di tingkat nasional," pungkasnya.

Reporter: Nanda Firmansyah
Sumber: metrosulawesi.net This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top