Efisiensi Bahan Bakar Jadi Momok Industri Berat, Aditif Alami IMAGINA Tawarkan Solusi Usai Uji Coba 45.000 Jam

Penulis: Mahfud Ridwan  •  Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:20:32 WIB
Uji coba IMAGINA selama 45.000 jam tunjukkan efektivitas aditif bahan bakar berbasis minyak atsiri alami.

SULAWESI TENGAH — Masalah kualitas bahan bakar kerap menjadi biang keladi downtime yang tidak terduga di industri tambang dan migas. Degradasi biodiesel, pembentukan deposit, hingga penyumbatan filter dan injektor disebut-sebut sebagai penyebab utama penurunan performa mesin diesel. Alhasil, perusahaan harus merogoh kocek lebih dalam untuk perawatan darurat atau bahkan menghentikan produksi sementara.

Menjawab persoalan itu, PT Prasetia Dwidharma mengembangkan IMAGINA, aditif berbasis minyak atsiri alami. Produk ini diklaim membantu menjaga stabilitas biodiesel, mendukung proses pembakaran yang lebih optimal, serta membersihkan sistem bahan bakar dari residu dan endapan.

Uji Coba 45.000 Jam dan Pengujian di LEMIGAS

Tidak sekadar klaim, efektivitas IMAGINA telah diuji di lapangan selama lebih dari 45.000 jam pada berbagai alat berat dan generator. Perusahaan juga melakukan pengujian di laboratorium independen, termasuk LEMIGAS dan SOS Trakindo. Hasilnya, terlihat peningkatan kualitas bahan bakar yang signifikan.

“Efektivitas Imagina juga telah didukung melalui uji lapangan lebih dari 45.000 jam pada berbagai alat berat dan generator,” tulis manajemen dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.

Pameran di Balikpapan, Target Pelaku Industri Hulu

Untuk memperkenalkan solusi ini secara lebih luas, IMAGINA akan hadir di Indonesia Energy & Engineering Series (IEE Balikpapan 2026) yang digelar di BSCC Dome, Balikpapan. Pengunjung bisa mendatangi Booth T-15 untuk berdiskusi langsung dengan tim teknis. Pameran ini dinilai strategis karena Balikpapan merupakan salah satu pusat operasi industri migas dan pertambangan di Indonesia Timur.

Bagi perusahaan yang mengandalkan armada alat berat dan generator dalam skala besar, aditif semacam ini bisa menjadi salah satu cara untuk menekan biaya perawatan tanpa harus mengganti spesifikasi mesin. Dengan efisiensi bahan bakar yang lebih terjaga, downtime mesin pun diharapkan bisa diminimalkan.

Reporter: Mahfud Ridwan
Sumber: tambang.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top