PALU — Semangat juang tinggi terpancar dari para peserta kafilah Kota Palu yang akan berlaga di MTQ Sulteng 2026. Mereka bertekad membawa pulang gelar juara umum dari tuan rumah Sigi, sebuah target yang menjadi misi utama kontingen tahun depan.
Gelar juara umum bukan sekadar piala. Bagi Pemkot Palu, capaian itu menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan sumber daya manusia di bidang keagamaan, khususnya seni baca Al-Quran. Setelah sempat gagal di edisi sebelumnya, persiapan pun digenjot lebih awal.
Kafilah yang akan diberangkatkan telah melalui seleksi ketat di tingkat kota. Mereka terdiri dari qari dan qariah, hafiz dan hafizah, serta peserta cabang seni kaligrafi Islam dan fahmil Quran.
Proses pembinaan tidak dilakukan secara instan. Sejak beberapa bulan terakhir, para peserta menjalani pemusatan latihan intensif. Pelatih-pelatih berpengalaman didatangkan untuk memoles kemampuan teknis dan mental bertanding.
“Kami tidak main-main. Target juara umum sudah dicanangkan sejak awal. Semua elemen, mulai dari pemerintah daerah, dewan hakim, hingga keluarga peserta, bergerak bersama,” ujar salah satu pejabat di lingkungan Pemkot Palu yang enggan disebutkan namanya.
Jika pada tahun-tahun sebelumnya persiapan cenderung mendadak, kali ini Pemkot Palu memulai lebih dini. Jadwal pembinaan disusun bertahap, mulai dari tahap seleksi, karantina, hingga simulasi perlombaan dengan format yang sama seperti MTQ provinsi.
Selain itu, perhatian khusus diberikan pada cabang tilawah anak-anak dan remaja. Kategori ini selama ini menjadi lumbung poin bagi kontingen-kontingen kuat seperti Kota Palu dan Kabupaten Poso.
Meski percaya diri, kontingen Kota Palu sadar tidak akan mudah merebut takhta juara umum. Kabupaten Sigi sebagai tuan rumah dipastikan tampil dengan persiapan maksimal. Begitu pula dengan Kabupaten Donggala dan Kota Poso yang kerap menjadi langganan papan atas.
“Kami sudah memetakan kekuatan lawan. Yang penting fokus pada peningkatan kualitas sendiri,” tambah sumber yang sama.
Dalam waktu dekat, Pemkot Palu akan menggelar pelepasan kontingen secara resmi. Doa bersama dan pembacaan ayat suci Al-Quran akan menjadi penutup rangkaian persiapan sebelum keberangkatan ke Sigi.
Seluruh masyarakat Palu diharapkan turut mendoakan dan mendukung kafilah MTQ. Sebab, keberhasilan di ajang ini bukan hanya kebanggaan daerah, tapi juga bukti bahwa pembinaan keagamaan di ibu kota Sulawesi Tengah berjalan di jalur yang benar.