Pemkab Morowali Gandeng Untad Susun Dokumen RIPJPID, Targetkan Iptek Jadi Motor Pembangunan Daerah

Penulis: Lukman Hakim  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 15:20:01 WIB
Wakil Bupati Morowali membuka seminar penyusunan dokumen RIPJPID di Aula Bappelitbangda.

MOROWALI — Seminar awal penyusunan dokumen Rencana Induk dan Peta Jalan Pemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Daerah (RIPJPID) resmi digelar di Aula Bappelitbangda, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, Kamis (4/6/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Perpres Nomor 78 Tahun 2021 tentang Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Acara yang digagas Bappelitbangda Morowali bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (Untad) itu dibuka langsung oleh Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas.

Dokumen Ini Bukan Sekadar Kewajiban Administratif

Dalam sambutannya, Iriane Iliyas menyampaikan bahwa penyusunan RIPJPID bukanlah pemenuhan kewajiban administratif semata. Dokumen ini, kata dia, menjadi kompas strategis untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam memajukan pembangunan, meningkatkan pelayanan publik, dan mensejahterakan masyarakat.

“Kita berharap, ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi motor penggerak yang menjembatani potensi industri besar di Kabupaten Morowali, dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat lokal,” ujar Iriane.

Ia menambahkan, seminar awal ini merupakan langkah krusial untuk menyamakan persepsi sekaligus memetakan kondisi eksisting, potensi, dan tantangan iptek yang ada di Kabupaten Morowali.

Transfer Teknologi Nyata Hingga Inovasi Solutif

Wakil Bupati berharap penyusunan RIPJPID dapat mendorong transfer teknologi yang nyata, pengembangan riset daerah yang aplikatif, serta lahirnya inovasi-inovasi solutif bagi permasalahan di sektor pertanian, perikanan, lingkungan hidup, hingga tata kelola pemerintahan.

Iriane menekankan dua poin penting saat membuka kegiatan tersebut. Pertama, dokumen RIPJPID harus selaras dan terintegrasi dengan rencana pembangunan jangka panjang dan menengah daerah Kabupaten Morowali. Kedua, dokumen yang disusun harus bersifat membumi, realistis, dan dapat dieksekusi, bukan sekadar teori yang sulit diterapkan di lapangan.

Data Akurat dan Masukan Konstruktif Jadi Kunci

“Saya berharap bagi seluruh kepala perangkat daerah yang hadir pada kegiatan ini, untuk memberikan data yang akurat, memberikan masukan yang konstruktif, dan mengawal proses ini dengan serius,” harap Iriane.

Ia juga menitipkan harapan besar masyarakat Morowali kepada para narasumber dan tim ahli. “Rumuskan strategi terbaik, agar teknologi dan inovasi mampu menjadikan Morowali tidak hanya maju secara ekonomi industri, tetapi juga maju sebagai daerah yang cerdas, mandiri, dan berkelanjutan,” tutupnya.

Reporter: Lukman Hakim
Sumber: dteksinews.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top