Beasiswa SEHAT 2026 dari Kemenkes dan Yayasan Khouw Kalbe: Mahasiswi Poltekkes Bisa Dapat Bantuan Rp 10 Juta per Semester

Penulis: Mahfud Ridwan  •  Senin, 01 Juni 2026 | 16:29:02 WIB
Kemenkes dan Yayasan Khouw Kalbe membuka Beasiswa SEHAT 2026 untuk mahasiswi Poltekkes dengan bantuan hingga Rp 10 juta per semester.

JAKARTA — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Yayasan Khouw Kalbe kembali membuka program Beasiswa SEHAT (Sarana Edukasi untuk Harapan dan Aksi Tenaga Kesehatan) untuk tahun 2026. Beasiswa ini menyasar mahasiswi aktif di seluruh Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes di Indonesia, dari jenjang diploma hingga profesi.

Program ini merupakan bagian dari upaya transformasi sumber daya manusia kesehatan. Tujuannya memperkuat layanan kesehatan, terutama di wilayah Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK).

Bantuan Finansial Hingga Jaringan Nasional

Penerima beasiswa tidak hanya mendapat bantuan dana pendidikan. Mereka juga akan mengikuti pelatihan pengembangan kapasitas dan mentoring, serta masuk ke dalam ekosistem pembelajaran Yayasan Khouw Kalbe.

Manfaat utama yang ditawarkan cukup beragam. Untuk jenjang diploma, bantuan dana pendidikan maksimal Rp 10 juta per semester, mencakup biaya UKT, SKS, praktik, hingga uji kompetensi. Khusus mahasiswa diploma di tahun akhir, tersedia tambahan biaya penelitian sebesar Rp 3 juta yang diberikan satu kali.

Sementara itu, penerima beasiswa jenjang profesi mendapat dana penunjang kapasitas Rp 1,2 juta per semester. Mereka juga berkesempatan menjadi mentor dan menginisiasi proyek sosial.

Jurusan dan Syarat Pendaftaran

Beasiswa ini terbuka untuk sejumlah program studi. Di antaranya Keperawatan, Kebidanan, Gizi dan Dietetika, Farmasi, Sanitasi Lingkungan, Teknik Laboratorium Medik, Kesehatan Gigi, Promosi Kesehatan, Fisioterapi, serta Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi.

Pendaftar harus memenuhi sejumlah syarat. Pertama, WNI berjenis kelamin perempuan dan belum menikah. Untuk jenjang diploma D3/D4, usia minimal 17 tahun dan maksimal 24 tahun. Sementara untuk jenjang profesi, maksimal berusia 27 tahun.

Mahasiswi yang mendaftar juga harus berstatus aktif di Poltekkes Kemenkes. Ketentuannya, jenjang D3/D4 berada di semester 1, jenjang D4 lanjutan di semester 3, dan jenjang profesi di semester 1.

Persyaratan akademik juga cukup ketat. Nilai rapor SLTA minimal 80 per semester bagi pendaftar diploma semester 1. Pendaftar D4 semester 3 wajib memiliki IPK minimal 3,30, dan jenjang profesi minimal 3,75.

Esai Tulisan Tangan hingga Video 60 Detik

Proses seleksi tidak hanya mengandalkan nilai akademik. Setiap pendaftar diwajibkan membuat esai refleksi diri tulisan tangan sebanyak 250 hingga 450 kata. Khusus untuk jenjang profesi, peserta juga harus mengunggah video berdurasi 60 detik di Instagram atau TikTok yang menjelaskan alasan pengabdian di wilayah DTPK.

Selain itu, peserta harus aktif dalam kegiatan organisasi atau kemasyarakatan. Mereka juga tidak boleh sedang menerima beasiswa lain dengan komponen serupa dan bersedia menjadi YKK Ambassador.

Jadwal Pendaftaran dan Seleksi

Pendaftaran Beasiswa SEHAT 2026 dibuka mulai 8 hingga 30 Juni 2026. Setelah itu, seleksi administrasi berlangsung pada 1 hingga 27 Juli 2026. Pengumuman hasil seleksi administrasi dijadwalkan pada 28 Juli 2026.

Tahap selanjutnya adalah tes penulisan esai online pada 1 Agustus 2026. Kemudian tes wawancara online berlangsung dari 21 Agustus hingga 14 September 2026. Pengumuman akhir akan disampaikan pada 16 September 2026, dilanjutkan dengan registrasi ulang dan orientasi pada September hingga Oktober 2026.

Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi SIBK Kemenkes. Calon pendaftar perlu mengisi formulir dan mengunggah seluruh dokumen persyaratan, termasuk KTP, Kartu Keluarga, pas foto, rapor, dan surat rekomendasi.

Informasi lebih lengkap bisa diperoleh melalui sosialisasi online yang akan digelar pada 2 hingga 5 Juni 2026, serta panduan resmi yang tersedia di laman program.

Reporter: Mahfud Ridwan
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top