Kisah ini diungkap oleh pembaca yang disamarkan namanya menjadi "Nathan" dalam rubrik mingguan On Call di The Register, yang mengumpulkan pengalaman teknisi dukungan IT paling aneh dan sulit. Nathan bercerita bahwa ia dulu bekerja untuk sebuah perusahaan investasi kecil yang tugas utamanya mengelola dana investasi Eropa milik seorang oligarki Rusia super kaya.
Kantor perusahaan itu, sesuai kekayaan pemiliknya, memiliki lobi masuk yang rumit dengan satu fitur menonjol: sebuah lampu gantung megah yang digantung dari langit-langit, lengkap dengan mekanisme jam untuk menurunkannya saat dibersihkan.
Masalah dimulai setelah petugas kebersihan selesai menjalankan tugas mereka. Tiba-tiba, seluruh lantai kantor kehilangan akses jaringan. "WAN dan LAN mati total, lebih mati dari Lenin," kata Nathan kepada On Call.
Nathan melakukan serangkaian pengecekan standar tanpa menemukan titik kerusakan. Akhirnya, ia memutuskan untuk memeriksa mekanisme jam penurun lampu gantung yang mencurigakan. "Saya akhirnya menemukan port akses, mengintip ke dalam, dan melihat setengah lusin kabel Ethernet kusut dan hancur di sekitar gir," jelasnya.
Kekacauan itu meninggalkan satu pertanyaan besar bagi Nathan: siapa yang harus disalahkan? "Si idiot yang berpikir membiarkan kabel tidak terlindungi di samping kerekan adalah ide bagus, atau si Muppet yang memutar kerekan tanpa peduli dengan kabel yang pasti mereka lihat sedang hancur?" tanya Nathan.
Nathan tidak pernah bisa menemukan orang yang merancang kerekan tersebut. Namun, petugas kebersihan yang menjadi korban amarahnya langsung tahu bahwa Nathan bisa mengumpat dengan fasih dalam tiga bahasa. "Para petugas kebersihan tahu saya bisa mengumpat dengan fasih dalam tiga bahasa," kata Nathan.
Kisah ini menjadi pengingat klasik bahwa infrastruktur teknologi paling rentan bukan selalu karena serangan siber canggih, melainkan kelalaian desain fisik dan koordinasi antardepartemen yang buruk. Untuk berbagi pengalaman teknis paling aneh Anda, On Call masih membuka kiriman cerita dari pembaca.