SIGI — Banjir yang merendam 50 hektare sawah di Desa Toro, Kecamatan Kulawi, menjadi alarm bagi Pemkab Sigi untuk bertindak. Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae memerintahkan jajarannya bergerak cepat melakukan normalisasi sungai di beberapa titik rawan, terutama di Kecamatan Nokilalaki.
Instruksi itu muncul setelah laporan dari masyarakat dan pemerintah kecamatan. Mereka menyebutkan sejumlah titik aliran sungai di Nokilalaki rawan meluap ketika hujan dengan intensitas tinggi turun.
"Berdasarkan laporan masyarakat dan pemerintah kecamatan, terdapat beberapa titik aliran sungai di Nokilalaki yang rawan banjir saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi, sehingga normalisasi ini harus segera dilakukan," kata Rizal di Sigi, Jumat.
Bupati menekankan keterlibatan semua pihak. BPBD dan Dinas PU Kabupaten Sigi disebut sudah siap menindaklanjuti persoalan ini. Targetnya, saat volume air sungai meningkat, tidak terjadi luapan yang membahayakan permukiman warga.
"BPBD dan Dinas PU Kabupaten Sigi sudah siap dan segera menindaklanjuti persoalan ini, sehingga saat volume air sungai meningkat tidak terjadi luapan yang dapat membahayakan permukiman warga," ujarnya.
Selain normalisasi di Nokilalaki, Pemkab Sigi juga sudah mulai mengerjakan normalisasi di bagian atas perkampungan Desa Mataue, Kecamatan Kulawi. Jalur aliran air baru dibuat agar lebih aman bagi warga. Namun, banjir yang melanda Desa Toro di kecamatan yang sama telah merendam puluhan hektare sawah.
Bupati Rizal mengakui hampir setiap wilayah di Sigi memiliki persoalan serupa: sungai yang perlu dinormalisasi. Ia mengimbau warga tetap waspada dan bersama-sama meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem ke depan.
"Memang hampir di setiap wilayah ini permasalahan utamanya adalah perlu dilakukan normalisasi sungai sehingga diperlukan langkah mitigasi," kata dia.