SULAWESI TENGAH — FIFA mengonfirmasi skema hadiah terbesar dalam sejarah turnamen sepak bola empat tahunan tersebut pada Selasa (26/5/2026). Lonjakan nilai ini dipicu oleh ekspansi jumlah peserta menjadi 48 tim serta pendapatan komersial yang melonjak dari tiga negara tuan rumah: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Tim yang keluar sebagai kampiun pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 akan membawa pulang 50 juta dolar AS (Rp890 miliar). Angka ini mengalahkan rekor sebelumnya yang diraih Argentina pada 2022 sebesar 42 juta dolar AS.
Sementara itu, runner-up mendapatkan 33 juta dolar AS (Rp587 miliar), dan peringkat ketiga memperoleh 29 juta dolar AS. Bahkan tim yang tersingkir di babak grup—peringkat 33 hingga 48—masih mendapat jaminan sembilan juta dolar AS per tim.
Selain hadiah utama, FIFA menggelontorkan dana persiapan sebesar 72 juta dolar AS (Rp1,3 triliun) yang dibagi rata ke seluruh federasi peserta. Masing-masing negara menerima 1,5 juta dolar AS untuk biaya akomodasi dan pemusatan latihan.
“Piala Dunia 2026 juga menjadi terobosan dalam aspek kontribusi finansial kepada komunitas sepak bola global,” ujar Presiden FIFA Gianni Infantino dalam pernyataan resmi.
Kenaikan hadiah juara konsisten terjadi setiap edisi. Jerman menerima 35 juta dolar AS pada 2014, Prancis naik ke 38 juta dolar AS pada 2018, dan Argentina ke 42 juta dolar AS pada 2022. Lompatan ke 50 juta dolar AS pada 2026 menjadi yang tertinggi secara persentase dalam satu dekade terakhir.
Berikut rincian hadiah penuh untuk semua fase Piala Dunia 2026:
Dengan skema ini, total dana yang didistribusikan FIFA ke 48 federasi mencapai 655 juta dolar AS—rekor absolut yang sulit terkejar dalam waktu dekat.