WN Tiongkok Muncul di Lokasi Tambang Ilegal Sangihe, Diduga Siapkan Pengolahan Emas Rp200 Miliar

Penulis: Mahfud Ridwan  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 19:38:28 WIB
Warga Sangihe menemukan Warga Negara Tiongkok di lokasi tambang emas ilegal.

SANGIHE — Kemunculan WN Tiongkok di lokasi tambang ilegal di Kabupaten Kepulauan Sangihe memicu kekhawatiran warga setempat. Mereka menduga lokasi tersebut tengah dipersiapkan sebagai tempat pengolahan emas dengan nilai mencapai Rp200 miliar.

Informasi yang dihimpun, WN tersebut terlihat beberapa kali berada di area pertambangan yang selama ini beroperasi tanpa izin. Warga menilai aktivitas itu sudah melampaui batas dan meminta aparat penegak hukum turun tangan.

Awal Mula: Kekhawatiran Warga yang Memicu Laporan

Warga di sekitar lokasi tambang mulai curiga setelah melihat peralatan berat dan material yang masuk ke area tersebut dalam beberapa pekan terakhir. Kecurigaan itu memuncak saat seorang pria asing yang diyakini sebagai WN Tiongkok terlihat mengawasi langsung proses di lokasi.

"Kami khawatir aktivitas ini akan merusak lingkungan dan tidak membawa manfaat bagi warga sekitar. Apalagi nilainya disebut-sebut sangat besar," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Proses: Bagaimana Aktivitas Tambang Ilegal Berjalan?

Berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, lokasi tambang ilegal itu sudah beroperasi sejak beberapa bulan lalu. Namun, kehadiran WN Tiongkok diduga menjadi tanda bahwa aktivitas tersebut akan ditingkatkan menjadi pengolahan emas skala besar.

Warga melaporkan adanya sejumlah mesin penggilingan batu dan bahan kimia yang diduga digunakan untuk proses ekstraksi emas. Nilai investasi Rp200 miliar disebut-sebut untuk pembelian peralatan dan pembangunan fasilitas pengolahan di lokasi.

Apa Langkah Berikutnya? Warga Desak Aparat Segera Bertindak

Warga mendesak aparat kepolisian dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) setempat untuk segera melakukan investigasi. Mereka khawatir jika dibiarkan, aktivitas ilegal ini akan meluas dan sulit diberantas.

"Kami minta polisi dan pemda turun tangan. Jangan sampai ada pihak asing yang seenaknya mengelola tambang di sini tanpa izin," tambah warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian atau pemerintah daerah terkait dugaan aktivitas tambang ilegal tersebut. Warga berharap ada tindakan tegas sebelum kerusakan lingkungan semakin parah.

Reporter: Mahfud Ridwan
Sumber: radarpalu.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top