Bupati Morowali Temukan Got Tertutup Saat Tinjau Banjir, Instruksikan OPD Bergerak Tanpa Tunggu Anggaran

Penulis: Nanda Firmansyah  •  Senin, 25 Mei 2026 | 10:35:01 WIB
Bupati Morowali meninjau langsung kondisi saluran air yang tersumbat di lokasi banjir.

MOROWALI — Kemarahan Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf meledak saat melakukan inspeksi mendadak ke lokasi banjir, Senin (25/5/2025). Temuan di lapangan membuatnya langsung menginstruksikan pergeseran pola kerja birokrasi: dari prosedural menjadi responsif.

Temuan di Lapangan: Got Tersumbat dan Tertutup

Dalam apel pagi di Kantor Bupati, Iksan menceritakan pengalamannya saat mengecek langsung kondisi drainase. Ia menemukan banyak saluran air yang tidak berfungsi karena tertutup material atau bangunan.

"Saya pergi tadi pagi mengecek bagaimana tidak mau banjir, semua gotnya ditutup," ujarnya di hadapan jajaran OPD.

Temuan itu langsung ditindaklanjuti dengan perintah tegas kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Morowali untuk segera siaga penuh. Bupati tidak ingin prosedur administrasi menjadi penghambat penanganan di lapangan.

Instruksi: Pinjam Alat, Kerja Sama Lintas Dinas

Iksan menekankan bahwa penanganan bencana tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan BPBD diminta berkolaborasi secara langsung. Jika ada kekurangan alat berat, ia memerintahkan peminjaman antar-dinas.

"Saya berikan perintah untuk bagian bencana saya untuk mengantisipasi banjir. Dinas terkait, ini bencana dapat cobaan, pinjam itu ekskavator DLH, PU bekerjasama semua," tegas Iksan.

Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada ego sektoral yang menghambat evakuasi dan pembersihan saluran air di titik-titik rawan banjir.

Keselamatan Warga Jadi Prioritas, Anggaran Bisa Menyusul

Di akhir arahannya, Iksan mengingatkan seluruh kepala dinas agar respons di lapangan dipercepat. Menurutnya, keselamatan masyarakat tidak bisa menunggu proses administrasi anggaran yang berbelit.

"Antisipasi itu jangan tunggu anggaran baru eksekusi, jangan sampai menyengsarakan orang lain nanti," pungkasnya.

Instruksi ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kabupaten Morowali ingin mengubah pola penanganan banjir yang selama ini dianggap lamban. Langkah darurat seperti peminjaman alat dan mobilisasi cepat lintas sektor diharapkan bisa mencegah banjir susulan yang lebih parah.

Reporter: Nanda Firmansyah
Sumber: bedahnusantaraindonesia.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top