BANGGAI — JOB Tomori dinilai telah lebih awal membuktikan komitmennya dalam mendorong partisipasi masyarakat terhadap upaya pengendalian perubahan iklim. Kontribusi perusahaan hulu migas yang beroperasi di bawah pengawasan SKK Migas Kalimantan Sulawesi itu disebut menjadi bagian penting dalam penguatan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Alfian, pemateri dari KLH/BPLH dalam sosialisasi tersebut, secara khusus menyoroti peran JOB Tomori yang telah menjalankan Proklim sebelum program itu menjadi perhatian nasional.
“Kami sangat mengapresiasi perusahaan JOB Tomori yang telah mendukung Proklim di desa-desa lingkar migas,” ujar Alfian.
Sosialisasi yang digelar KLH/BPLH bersama Anggota DPR RI Komisi XII dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banggai ini menghadirkan peserta dari Karang Taruna, pemuda, dan mahasiswa. Mereka mendapat pemaparan tentang adaptasi dan mitigasi perubahan iklim melalui kegiatan berbasis lingkungan.
Program Kampung Iklim sendiri mencakup berbagai aksi nyata seperti penghijauan, pengelolaan sampah, konservasi energi, hingga penguatan ketahanan pangan lokal. Keberadaan Proklim diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu perubahan iklim yang semakin mendesak.
Selain Proklim, JOB Tomori juga telah memenuhi penilaian Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER). Capaian ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan lingkungan yang baik dan bertanggung jawab.
Menurut Alfian, kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat harus terus diperkuat. “Mudah-mudahan apa yang kita harapkan ke depan dapat diwujudkan,” tambahnya.
KLH/BPLH berharap langkah JOB Tomori bisa menjadi contoh bagi perusahaan lain yang beroperasi di kawasan timur Indonesia. Dukungan terhadap Proklim dinilai sebagai investasi jangka panjang dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.