SULAWESI TENGAH — Peluncuran Seagull 2026 menandai update signifikan bagi model yang sempat catat penjualan lebih dari 34 ribu unit pada April 2025 saja. Strategi BYD kali ini menekankan aksesibilitas harga tanpa mengorbankan teknologi autonomous driving level menengah, membedakan diri dari kompetitor sub-Rp 200 juta di pasar China.
Untuk pasar domestik China, BYD menawarkan empat varian utama Seagull 2026. Harga termurah dipatok 69.900 yuan—setara Rp 158 juta—sementara model tertinggi dalam lini standar mencapai 85.900 yuan atau Rp 194 juta.
Penawaran berbeda hadir melalui paket sistem bantuan berkendara "God's Eye B" yang sudah terintegrasi LiDAR, dijual mulai 90.900 yuan hingga 97.900 yuan, atau Rp 205–221 juta. Kehadiran LiDAR opsional ini merupakan strategi positioning: memberikan teknologi autonomous driving kelas menengah tanpa memaksa semua pembeli membayar premium.
Secara visual, Seagull 2026 mendapatkan dua opsi warna baru: Mango Orange dan Mint Green. BYD juga menyematkan pelek 16 inci model "Starlight" dan merancang ulang desain lampu belakang LED dengan logo yang dapat menyala—detail yang menambah karakter mobil dalam segmen entry-level.
Dimensi tetap kompak: panjang 3.780 mm, lebar 1.715 mm, tinggi 1.540 mm, dan wheelbase 2.500 mm. Proposi ini menjadikan Seagull ideal untuk perkotaan dan parkir terbatas di pasar urban China.
Sorotan utama teknologi adalah fitur LiDAR yang terintegrasi dengan sistem DiPilot 300, memungkinkan City Navigation on Autopilot (CNOA), pengenalan lampu lalu lintas, dan kemampuan navigasi di bundaran jalan. Fitur tersebut, meski opsional, membawa autonomous capability hingga level urban driving—bukan hanya highway assist.
Selain itu, BYD menyematkan Driver Monitoring System (DMS) untuk mendeteksi perhatian pengemudi, Automatic Emergency Braking (AEB) sebagai jaring pengaman, serta perekam perjalanan lima arah untuk dokumentasi kecelakaan. Paket keselamatan ini standard di semua varian, bukan fitur premium.
Di kabin, BYD menghadirkan tema warna interior baru bernama "Oatmeal Rice" yang memberikan kesan modern dan hangat. Sistem infotainment DiLink 150 dengan layar sentuh 12,8 inci beresolusi tinggi menjadi centerpiece, mendukung kontrol kendaraan 3D dan navigasi yang dapat dikustomisasi sesuai preferensi pengguna.
Kenyamanan ditambah dengan wireless charging 50W, jok depan pemanas, dan kursi pengemudi elektrik 6 arah—fitur yang biasanya ditemukan di segmen yang lebih tinggi harganya.
Dari sisi performa, seluruh varian menggunakan motor listrik tunggal berkekuatan 55 kW, setara 74 tenaga kuda, dengan torsi puncak 135 Nm. Spesifikasi ini cukup untuk kecepatan jelajah urban, meski bukan untuk akselerasi dramatis.
BYD menyediakan dua opsi baterai: 30,08 kWh dengan jarak tempuh 305 km, dan 38,88 kWh yang mampu menjangkau 405 km dalam sekali pengisian daya. Pilihan ini memungkinkan konsumen menyesuaikan kebutuhan jarak dengan budget—varian baterai kecil tetap praktis untuk daily commute perkotaan.