Pencarian

Menbud Fadli Zon Sebut KILA 2026 Dorong Regenerasi Pencipta Lagu Anak, 814 Peserta Ikut Bersaing

Senin, 28 September 2026 • 08:17:32 WIB
Menbud Fadli Zon Sebut KILA 2026 Dorong Regenerasi Pencipta Lagu Anak, 814 Peserta Ikut Bersaing
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Pentas Cinta Lagu Anak Indonesia (KILA) 2026 di Jakarta, Minggu (27/9/2026).

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai penyelenggaraan program Cinta Lagu Anak Indonesia (KILA) 2026 mampu mendorong regenerasi pencipta lagu anak di Tanah Air. Penyelenggaraan KILA tahun ini diikuti 814 peserta sejak 22 Juni hingga 31 Agustus, dengan enam finalis Lomba Cipta Lagu Anak dan 30 finalis Lomba Menyanyi Lagu Anak terpilih. Fadli berharap ajang ini melahirkan sosok-sosok baru penerus Ibu Soed dan A.T. Mahmud.

JAKARTA — Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmen membangun ekosistem lagu anak melalui program Cinta Lagu Anak Indonesia (KILA) yang telah berjalan sejak 2020. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan hal itu usai menghadiri Pentas KILA Tahun 2026 di Jakarta, Minggu (27/9/2026).

Menurut Fadli, keberadaan lagu anak saat ini masih jarang ditemukan. Kondisi itu menjadi alasan utama KILA terus digelar setiap tahun.

Harapan Lahirnya Ibu Soed dan A.T. Mahmud Baru

Fadli menargetkan KILA tidak sekadar menjadi ajang lomba, tetapi juga melahirkan pencipta lagu anak generasi baru. Ia menyebut sejumlah nama legendaris sebagai pembanding.

"Kalau dari pencipta lagu, kita harapkan munculnya Ibu Soed baru, A. T. Mahmud baru, Daldjono dan lain-lain," kata Fadli kepada wartawan.

Ia menambahkan, lagu anak yang dihasilkan lewat KILA harus berkualitas, mendidik, dan sesuai dengan usia anak. Aspek edukatif menjadi perhatian utama dalam penjurian program tersebut.

"Kita harapkan dari KILA ini akan tumbuh lagu-lagu anak yang berkualitas, lagu anak yang mendidik, yang edukatif, sesuai dengan usianya," ujar dia.

814 Peserta Berlomba Sejak Juni hingga Agustus

Penyelenggaraan KILA 2026 berlangsung sejak 22 Juni hingga 31 Agustus. Total peserta yang mengikuti rangkaian seleksi mencapai 814 orang.

Dari jumlah itu, terpilih enam finalis Lomba Cipta Lagu Anak dan 30 finalis Lomba Menyanyi Lagu Anak. Peserta lomba menyanyi berasal dari kelompok usia lima hingga tiga belas tahun.

Fadli menilai angka 814 peserta menunjukkan minat dan talenta anak-anak Indonesia di bidang musik masih besar. Menurutnya, potensi itu perlu terus diberi ruang agar berkembang.

"Kita punya banyak talenta anak-anak, dan kita harapkan nanti akan banyak lagu anak-anak," ujar Fadli.

Bukan Sekadar Lomba Cipta Lagu

KILA memberi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat sebagai penyanyi, tidak hanya sebagai pencipta lagu. Dua kategori lomba disiapkan sejak awal: cipta lagu dan menyanyi.

Fadli berharap lagu-lagu anak yang lahir dari program ini dapat disukai dan dinikmati masyarakat luas. Dengan begitu, ekosistem lagu anak di Indonesia tumbuh lebih kuat ke depan.

Program KILA sendiri telah menjadi agenda rutin Kementerian Kebudayaan sejak 2020. Penyelenggaraan tahun ini menjadi salah satu upaya kementerian memperluas ruang ekspresi bagi anak-anak di bidang seni musik.

Follow sultengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks