Pencarian

200 Personel TNI/Polri Dikerahkan Bersihkan Lumpur dan Kayu dari Rumah Warga Korban Banjir Bandang di Parigi Moutong

Kamis, 27 Agustus 2026 • 00:19:32 WIB
200 Personel TNI/Polri Dikerahkan Bersihkan Lumpur dan Kayu dari Rumah Warga Korban Banjir Bandang di Parigi Moutong
personel TNI/Polri dikerahkan membersihkan lumpur dan kayu dari rumah warga terdampak banjir bandang di Desa Avolua, Parigi Moutong.

Sebanyak 200 personel TNI/Polri dikerahkan untuk membersihkan material lumpur dan potongan kayu yang memenuhi rumah warga di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Banjir bandang yang melanda kawasan tersebut telah merendam 50 rumah dan memaksa belasan kepala keluarga mengungsi.

PALU — Pembersihan dilakukan secara manual menggunakan cangkul dan sekop karena endapan lumpur cukup tebal di dalam rumah warga. Material kayu yang terbawa arus banjir turut memperlambat proses evakuasi lumpur dari dalam bangunan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, Moh Rivai, mengatakan personel gabungan dari TNI/Polri, BPBD, dan pemerintah desa telah bekerja sejak pagi. Hingga kini proses pembersihan masih berlanjut.

Fokus Pembersihan Rumah Warga, Jalan Sudah Bersih

"Kalau kondisi jalan sudah dibersihkan menggunakan alat berat milik Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN). Fokus kami saat ini membersihkan rumah masyarakat," ujar Rivai saat dihubungi dari Palu, Rabu.

Pembersihan jalan yang lebih cepat dibandingkan rumah warga membuat akses distribusi bantuan logistik ke lokasi terdampak tidak terhambat. Alat berat difokuskan untuk membuka akses utama, sementara pembersihan rumah menunggu penanganan manual.

Status Tanggap Darurat Berlaku 14 Hari

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong telah menetapkan status tanggap darurat banjir bandang selama 14 hari, terhitung mulai 26 Agustus hingga 8 September 2026. Penetapan ini mempermudah koordinasi lintas instansi dalam penanganan darurat dan percepatan pemulihan.

Berdasarkan pendataan terbaru, banjir menyebabkan 12 rumah rusak dan 50 rumah terendam lumpur. Sebanyak 68 kepala keluarga atau 103 jiwa tercatat terdampak, dengan 12 kepala keluarga di antaranya terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Pemkab Buka Peluang Bantuan Relawan dan Logistik

Pemkab Parigi Moutong membuka diri bagi relawan yang ingin bergabung dalam penanganan pascabencana hidrometeorologi ini. Bantuan logistik, termasuk bahan makanan, juga diterima untuk kemudian disalurkan kepada korban banjir.

"Kami membuka diri siapa saja ikut membantu pemulihan bencana, termasuk bantuan bahan makan kami siap menampung untuk disalurkan kepada korban banjir," tutur Rivai.

Posko induk telah didirikan sebagai pusat informasi kebencanaan. Pihak BPBD juga sedang mempertimbangkan pembukaan dapur umum dengan melihat perkembangan situasi di lapangan dalam beberapa hari ke depan.

Follow sultengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks