PALU — Rapat dengar pendapat Komisi II DPRD Sulawesi Tengah digelar menyusul keluhan warga yang ramai disampaikan lewat media sosial soal gangguan layanan Bank Sulteng. Rapat dipimpin Sekretaris Komisi II DPRD Sulteng Ronald Gulla, didampingi Wakil Ketua Komisi II Sonny Tandra dan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Rudi Dewanto. Sejumlah anggota Komisi II turut hadir, yakni Suryanto, Rachmat Syah, Rauf, dan Nicolas, bersama perwakilan manajemen Bank Sulteng.
Ronald menyatakan pihaknya mengundang Bank Sulteng untuk meminta penjelasan sekaligus melihat progres perbaikan pemeliharaan sistem dan layanan.
"Kami dari DPRD Provinsi Sulteng mengundang Bank Sulteng meminta penjelasan dan melihat progres perbaikan maintenance dan layanan dari Bank Sulteng itu sendiri," kata Ronald dalam rapat tersebut.
Dalam paparannya, manajemen Bank Sulteng menjelaskan layanan ATM masih berada di tahap pemeriksaan Bank Indonesia. Jika seluruh tahapan dinyatakan aman, ATM diharapkan kembali beroperasi dalam satu hingga dua pekan ke depan.
Aplikasi perbankan disebut sudah mencapai progres sekitar 90 persen. Penyelesaian ditargetkan pekan depan, sebelum diajukan untuk pemeriksaan lanjutan oleh Bank Indonesia.
Ronald menegaskan keamanan nasabah tidak boleh dikorbankan demi percepatan pemulihan. Perbaikan sistem, menurutnya, harus memastikan transaksi warga aman, bukan hanya mengembalikan layanan ke kondisi normal.
"Yang terpenting yang saya dapat tadi itu keamanan kita sebagai nasabah Bank Sulteng," ujarnya.
Komisi II meminta Bank Sulteng memastikan ketersediaan uang tunai di kantor cabang dan ATM. Langkah itu agar masyarakat tidak kesulitan saat membutuhkan uang tunai di tengah proses pemulihan layanan.
DPRD juga mendorong penambahan layanan bagi warga di wilayah yang jauh dari kantor Bank Sulteng, termasuk kemungkinan menghadirkan layanan kas keliling. Bank turut diminta mempertimbangkan kebutuhan transaksi di luar jam operasional reguler.
Sejauh mana percepatan perbaikan berjalan akan terlihat dari hasil pemeriksaan Bank Indonesia atas ATM dan aplikasi perbankan dalam satu hingga dua pekan mendatang.