SANGGAU — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyalurkan bantuan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan BRI Peduli berupa 270 unit mesin pompa air (alkon/water pump). Bantuan diserahkan ke Tim Satgas Karhutla Kalimantan Barat dengan cakupan wilayah Kabupaten Landak dan Kabupaten Sanggau.
Selain pompa air, BRI Peduli menyertakan perlengkapan penunjang pemadaman. Petugas di lapangan menerima selang hisap sepanjang lima meter, selang air, serta nosel yang bisa dipakai sesuai kebutuhan.
Penanganan karhutla di Kalimantan Barat menghadapi tiga kendala sekaligus. Titik api tersebar di sejumlah lokasi, akses menuju kawasan kebakaran sulit dilalui kendaraan, dan sumber air terbatas.
Kondisi geografis yang beragam menuntut sarana pemadaman yang mudah dipindahkan. Mesin pompa air dinilai lebih praktis untuk dijangkau personel saat menangani titik api yang butuh respons cepat.
Dandim 1204/Sanggau-Sekadau Letkol Inf Nurrachman Gindha Dradhizya menyampaikan apresiasi kepada BRI. Menurutnya, tambahan sarana pemadaman menunjang tugas personel di lapangan.
"Bantuan ini sangat berarti dalam mendukung pelaksanaan tugas di lapangan, khususnya dalam penanganan karhutla. Kami mengapresiasi kepedulian BRI yang turut mendukung upaya penanggulangan dampak asap karhutla di Kalimantan Barat," ujarnya.
Karhutla menimbulkan risiko lanjutan bagi masyarakat sekitar. Kabut asap berpotensi mengganggu kesehatan, mobilitas, hingga aktivitas ekonomi warga.
BRI Peduli juga menyalurkan masker dan vitamin bagi warga yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan. Dukungan kesehatan itu menyasar masyarakat terdampak asap selama kondisi belum pulih.
Corporate Secretary BRI Dhanny menyebut program TJSL diarahkan pada kebutuhan riil di lapangan. Langkah itu sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam menghadapi risiko bencana.
"Melalui BRI Peduli, kami berupaya hadir untuk mendukung kebutuhan penanganan karhutla, baik melalui penyediaan peralatan bagi petugas maupun bantuan kesehatan bagi masyarakat terdampak. Kami berharap dukungan ini dapat membantu kelancaran upaya pemadaman, sekaligus meringankan dampak yang dirasakan warga agar mereka tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari hingga kondisi berangsur pulih," kata Dhanny.
Penyaluran bantuan berjalan lewat koordinasi dengan Satgas Karhutla, pemerintah daerah, dan instansi terkait. Sinergi itu menjadi kunci agar peralatan pemadaman cepat sampai ke titik yang membutuhkan.