KADIN Parigi Moutong Dorong Ekspor Sulteng Kembali Lewat Pelabuhan Pantoloan, Soroti US$738,18 Juta yang Kirim via Provinsi Lain

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Jumat, 09 Oktober 2026 | 09:16:01 WIB
Ketua KADIN Parigi Moutong, Faradiba Zaenong, menyampaikan dorongan penguatan ekosistem ekspor Sulawesi Tengah melalui Pelabuhan Pantoloan.

PARIGI MOUTONG — Faradiba Zaenong menyampaikan dorongan itu dengan menekankan bahwa penguatan ekosistem ekspor tidak cukup hanya lewat peningkatan produksi komoditas. Rantai aktivitas ekonomi mulai dari pengumpulan, pergudangan, logistik, jasa kepelabuhanan, hingga proses ekspor dinilai perlu berlangsung lebih banyak di dalam daerah.

"Komoditasnya dari Sulteng, maka ekosistem ekspornya juga harus tumbuh di Sulteng. Pantoloan harus menjadi salah satu pintu utamanya," kata Faradiba.

Nilai Ekspor Sulteng 2025 Capai US$22,31 Miliar

Faradiba mengutip data Badan Pusat Statistik yang mencatat nilai ekspor Sulawesi Tengah sepanjang 2025 mencapai US$22,31 miliar. Pada periode Januari–November 2025, total ekspor tercatat US$19,976 miliar.

Dari nilai itu, sebesar US$19,238 miliar dikirim melalui pelabuhan di Sulawesi Tengah. Sisanya, US$738,18 juta, dikirim melalui provinsi lain di luar Sulteng.

US$738,18 Juta Bukan Otomatis PAD yang Hilang

Faradiba menegaskan angka tersebut tidak serta-merta bisa disebut sebagai Pendapatan Asli Daerah yang hilang. Menurutnya, data itu justru menunjukkan masih ada aktivitas ekonomi ekspor yang berlangsung di luar Sulawesi Tengah.

"Ini bukan soal mengatakan PAD kita hilang. Yang perlu kita lihat adalah aktivitas ekonomi apa saja yang berada di balik angka US$738,18 juta itu, berapa sebenarnya komoditas Sulawesi Tengah yang bisa kita tarik melalui Pantoloan," ujarnya.

Pelabuhan Pantoloan dan Perebutan Rantai Nilai

Pelabuhan Pantoloan berada di Kota Palu dan selama ini menjadi salah satu simpul logistik utama di Sulawesi Tengah. Dorongan KADIN Parigi Moutong menyasar sisi hilir: memastikan komoditas yang diproduksi di daerah tidak hanya melewati jalur ekspor provinsi lain.

Faradiba menyebut langkah itu memerlukan kerja sama antara pemerintah daerah dan pelaku usaha. Strategi bersama dinilai penting agar nilai tambah dari pengumpulan, pergudangan, hingga jasa kepelabuhanan ikut tumbuh di Sulteng.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pemerintah provinsi maupun pengelola Pelabuhan Pantoloan soal dorongan tersebut.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: sultengraya.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top